Mau Maju, IKM Harus Modern!

Industri Kecil-Menengah (IKM) di Indonesia dipandang masih lambat dalam berinovasi. Padahal berinovasi untuk menjadi modern dan profesional sangat penting untuk dilakukan. Hal ini menjadi poin penting dalam diskusi yang bertemakan “IKM Pangan Indonesia,” di acara Agrinex Expo, yang digelar di Balai Sidang Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Salah satu pelaku usaha di Agrinex Expo 2013 bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.

Pelaku IKM di Tanah Air tercatat ada 3,8 juta. Dan, menurut Euis Saedah, Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, pergerakan inovasi para IKM tersebut masih lambat. Padahal, kata dia, pemerintah telah berupaya memberikan rangsangan untuk membantu IKM. Misalnya saja, ia menyebutkan, pemerintah memberikan potongan harga 40% dalam pembelian mesin vacum frying bagi IKM keripik nangka.

“Pelaku IKM di Indonesia, jika ingin maju maka IKM harus modern dan profesional. Jadi, di dalamnya harus ada efisiensi, efektivitas, optimalisasi, memiliki keilmuan di bidangnya, dan juga menggunakan bahan baku yang sehat dan aman,” ujar Euis.

Inovasi bagi IKM juga penting agar bisa bertahan bahkan menang dari persaingan. Franciscus Welirang sebagai Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia, menyebutkan ada tiga faktor yang harus diperhatikan pengusaha IKM untuk bisa berkompetisi dengan pengusaha asing. Itu adalah budaya makan, kreativitas, dan inovasi. Dia bilang, “Industri kecil di Indonesia harus berinovasi menyesuaikan dengan tuntutan konsumen, yaitu harus mudah dimakan, cepat disaji, dan tentunya sehat dan aman.”

“Tata cara penyajian dan strategi harga menjadi faktor penting dalam membidik calon konsumen. Jangan ragu untuk membanderol harga tinggi jika konsumennya adalah segmen dengan penghasilan menengah ke atas, ” tukas Franciscus. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)