Maybank Dorong Investasi di ASEAN

Sebagai salah satu bank keempat terbesar di Asia Tenggara, Maybank Group Global Banking menggelar konferensi Invest ASEAN 2015 agar Indonesia dapat meraih peluang besar dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan mengusung tema “Embracing AEC: The Indonesia Opportunity,” konferensi ini bertujuan sebagai platform untuk berbagi outlook ekonomi dan peluang di negara-negara ASEAN.

Konferensi Invest ASEAN 2015

Konferensi ini diikuti oleh 25 perusahaan dan 134 investor Indonesia dengan total kapitalisasi pasar sebesar USD 93 miliar serta 60 pendanaan di dunia dengan total dana kelolaan (Assets Under Management) sebesar USD 585 miliar.

Menurut Group Head Maybank Global Banking, Amirul Feisal Wan Zahir, perdagangan intra ASEAN akan memberikan Indonesia kesempatan untuk mendiversifikasi risiko dan meningkatkan daya tahan di tengah perlambatan ekonomi global.

Menurut riset Maybank Kim Eng, ASEAN sedang mengalami titik balik (inflection point) belanja modal (capital expenditure-capex) dan pembentukan MEA dapat mendorong pertumbuhan di regional dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Perdagangan intra ASEAN saat ini hanya tercatat 23,9 persen dari total perdagangan ASEAN, sementara investasi regional sebesar 18 persen.

Potensi investasi di ASEAN didorong oleh tren demografi yang didominasi kaum muda kelas menengah. Generasi milenial menyumbang 60 persen populasi ASEAN, dengan umur median 28 tahun. Sementara potensi investasi di Indonesia terdapat 155 miliar populasi milenial dengan umur median 29 tahun. Saat ini jumlah populasi Indonesia menyumbang 40 persen populasi ASEAN. “Sejumlah pakar berpendapat di tahun 2030, Indonesia akan menjadi negera ekonomi terbesar ke-7 menyusul Jerman dan Inggris,” ujar Amirul di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (6/10).

Selain itu, tingkat urbanisasi yang tinggi di kota-kota besar ASEAN juga mendorong laju pertumbuhan dan capital raising. Di tahun 2013, terdapat 317 juta penduduk kota di ASEAN. Di tahun 2018 angka tersebut akan meningkat menjadi 345 juta penduduk. Hal ini akan mendorong peningkatan dan pembangunan infrastruktur kota-kota di ASEAN. Diperkirakan dana yang dibutuhkan sebesar US$ 7 triliun pada tahun 2014 hingga 2030.

Pertumbuhan ekonomi ASEAN diperkirakan terus meningkat dengan rate rata-rata sebesar 5,6 persen dari tahun 2013 hingga 2018. “Negara-negara anggota ASEAN harus bersatu untuk memperkuat ekonomi dan mengurangi tingkat ketergantungan dari ekonomi Barat,” ungkap Amirul. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)