MPM Finance Dapat Pinjaman Rp 700 Miliar

PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPMFinance) mendapat perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi senilai Rp 700 miliar untuk jangka waktu tiga tahun. PT Bank Central Asia Tbk menjadi pimpinan pinjaman sindikasi dengan porsi pinjaman sebesar Rp 350 miliar. Disusul, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) sebesar Rp 250 miliar, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) sebesar Rp 100 Miliar.

Direktur Utama MPM Finance, Johny Kandano, menyampaikan apresiasi kepada BCA yang telah membantu membuka relasi perbankan baru yang lebih luas dalam pasar pinjaman sindikasi di Indonesia. Demikian juga atas partisipasi dan dukungan dari Bank BJB dan Bank Jateng dalam kerjasama pembiayaan fasilitas sindikasi kali ini. Transaksi ini sangat membantu perseroan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan di tahun 2017.

MPM Finance Perkuat Lini Bisnis Pembiayaan Melalui Fasilitas Sindikasi Rp 700 Miliar

“Pendanaan dari pinjaman sindikasi ini akan digunakan sepenuhnya untuk memenuhi modal kerja perusahaan guna mendukung lini bisnis pembiayaan yang dilakukan oleh MPMFinance, serta menjaga pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat dengan memaksimalkan potensi pasar otomotif di Indonesia yang terus berkembang. Disamping itu, pinjaman sindikasi dalam rupiah ini merupakan strategi perusahaan untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan sekaligus memperoleh biaya bunga yang kompetitif,” ujar dia.

Sri Indrajanti Dewi selaku Senior Vice President of Corporate Banking BCA mengatakan, BCA berharap fasilitas kredit sindikasi ini dapat memenuhi kebutuhan pengembangan bisnis dan kebutuhan diversifikasi pembiayaan dalam rangka mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan MPMFinance, unit bisnis jasa keuangan milik PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk dan JACCS Co., Ltd. “Mudah-mudahan fasilitas ini bisa membantu memenuhi modal kerja perusahaan guna mengembangkan lini bisnis utamanya, yakni consumer automotive,” ungkapnya.

Pada tahun ini, MPM Finance menargetkan pembiayaan untuk kepemilikan mobil sebesar Rp 4,9 triliun. Perseroan siap melebarkan sayap dengan tidak hanya menyediakan layanan pembelian mobil Datsun dan Nissan dimulai tahun ini. Johny mengatakan, perseroan siap membiayai merek-merek seperti Mitsubishi, Toyota, Daihatsu dan Suzuki. Perseroan fokus membiayai mobil penumpang dan model-model idaman masyarakat Indonesia.

Menurut dia, pasar otomotif di Tanah Air semakin kondusif terutama di tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini berkat kehadiran model-model terbaru. Selain merek Jepang, MPM Finance tengah melakukan penjajakan dengan beberapa merek otomotif Eropa. Jika tidak ada halangan, kerja sama tersebut bakal terealisasi dalam waktu 1-2 bulan ke depan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Binus Buka Prodi Master of Accounting

Bina Nusantara (Binus) membuka Program Studi Master of Accounting dengan peminatan Management Accounting dan Assurance & Attestation yang terintegrasi untuk...

Close