Pembajakan Musik Sulit Diberantas

Di zaman sekarang ini, dengan teknologi yang semakin canggih, banyak hal bisa didapatkan dengan mudah. Untuk mendapatkan lagu-lagu kesayangan, kita cukup mengunduhnya dari internet. Gratis dan cepat lagi. Tak perlu lagi mengeluarkan uang sekian rupiah untuk membeli kaset maupun CD. Tapi apakah cara itu benar? Tentu tidak! Cara itu bisa disebut dengan mendapatkan barang secara ilegal.

Gumilang Ramadhan, Direktur PT Musica Studio’s

“Kami kehilangan triliunan rupiah karena lagu diunduh sekian banyak,” ujar Gumilang Ramadhan, Direktur PT Musica Studio’s, kepada SWA Online, di sela-sela acara Digital&Music Matters 2013, yang diadakan di Singapura, pekan lalu.

Industri musik nasional seperti sudah pasrah menghadapi pembajakan yang sudah menjamur. Bayangkan saja, CD ataupun kaset sudah banyak dibajak. Mengunduh lagu secara ilegal pun sudah marak dilakukan. “Ini kan (para pembajak) nggak bisa ditangkap,” tegasnya.

Ia pun berpandangan, seharusnya pemerintah Indonesia bisa mencontoh negara lain. Korea Selatan, menurut Gumilang, adalah negara yang patut dicontoh. Dia pun sudah melakukan studi banding ke negara ginseng tersebut beberapa kali. “Misalnya download ilegal sama mereka (pemerintah setempat) nggak boleh. Kalau ada, ditangkap.”

Kini, pemasaran lagu secara digital semakin marak

Bentuk pemasaran lagu yang kini semakin marak dilakukan, yaitu secara digital, seperti melalui ring back tone (RBT) dan iTunes. Bentuk digital tersebut bukanlah yang ilegal.

Gumilang menyebutkan, penjualan lagu secara digital dan fisik bisa dikatakan seimbang saat ini. Dan bentuk digital bakal melesat seiring dengan menjamurnya penggunaan perangkat canggih, seperti ponsel pintar. “Digital dengan RBT dan iTunes, ini grafiknya naik.”

Dalam forum yang sama, Jasper Donat, President of Digital and Music Matters sekaligus CEO Branded Ltd, menuturkan, pergeseran penjualan lagu dari fisik, seperti CD, ke bentuk digital memang sedang terjadi. Menurut dia, penjualan CD akan tetap ada, tetapi jumlahnya bakal menurun. Salah satu tandanya, kata dia, adalah kebanyakan laptop sekarang ini tak lagi mempunyai perangkat pemutaran CD yang menyatu dalam badannya.

“Akhirnya, pembajakan memiliki penantang yang sah dan penjualan musik mengalami peningkatan,” tutur Jasper. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)