Pemudik Feri Merak-Bakauheni Melonjak 15,1%

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyeberangkan hampir satu juta orang pemudik dalam angkutan Lebaran 2016 dari pulau Jawa ke Sumatera. Perseroan untuk pertamakalinya berhasil menggelar layanan penjualan mobile e-ticketing di Rest Area KM 43 & KM6 8 Tol Tangerang-Merak yang berhasil menjaring 10.904 unit kendaraan roda empat  mulai H-12 hingga H-1 Lebaran.

Danang S. Baskoro, Direktur Utama ASDP Indonesia, menyebutkan penyelenggaraan arus mudik Lebaran di tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu. Karenanya, pola arus balik penyeberangan diharapkan jauh lebih sukses dibandingkan pelayanan dari arus mudik, dimana setiap lintasan utama yang dipantau telah melebihi target kenaikan trafik penumpang sebesar 5%.  Layanan arus balik penyeberangan diprediksi akan dimulai dan mengalami peningkatan trafik mulai akhir pekan ini, atau mulai sejak Sabtu (9/7) atau H+2 hingga akhir pekan mendatang.

Adapun tujuh lintasan penyeberangan yang ramai saat arus mudik maupun balik, yakni Merak-Bakaheuni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Bajoe-Kolaka, Tanjung Api-Api-Bangka (Tanjung Kelian), Kayangan-Pototano, dan Kariangau-Penajam. "Dari ketujuh lintasan utama terpantau diatas, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padang Bai, maupun Tanjung Api-api - Bangka, telah mencatat jumlah pemudik yang meningkat di atas 5% dibandingkan tahun lalu. Kami juga bersyukur, karena selama pelayanan arus mudik feri dari H-12 hingga hari H Lebaran, tidak ada kecelakaan (zero accident) yang terjadi," tutur Danang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis kemarin.

Danang S. Baskoro, Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia. (Foto : Majalah SWA) Danang S. Baskoro, Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia. (Foto : Majalah SWA)

Ia mengungkapkan, dalam penyelenggaraan layanan angkutan mudik tahun ini telah sukses  dalam menerapkan inovasi penjualan tiket penyeberangan di Rest Area KM43 & KM68 Tol Tangerang - Merak yang berhasil menjaring total 10.904 unit kendaraan roda empat (pribadi) selama H-12 hingga H-1. "Ini prestasi luar biasa, karena dari sekitar 80.000 kendaraan pribadi yang menyeberang Merak-Bakauheni, penjualan mobile e-ticketing telah berkontribusi sekitar 13,63 persen selama arus mudik," katanya.

Namun, diakuinya juga, selama arus mudik berlangsung, masih banyak kekurangan dalam pemberian layanan kepada pengguna jasa penyeberangan. Khususnya, bagi penguna jasa penyeberangan yang mengalami antrian panjang saat menuju areal Pelabuhan Merak pada puncak arus mudik yang terjadi sejak Jumat (1/7) malam hingga Sabtu (2/7) sore hari. Adapun volume kendaraan mobil dan motor pada Jumat (1/7) atau H-5 tercatat mencapai tiga kali lipat dibandingkan hari sebelumnya. Sebanyak 15 ribu sepeda motor dan sekitar 11 ribu mobil pribadi dan 500-an bis memadati pelabuhan pada waktu yang bersamaan.

Data Posko Terpadu Mudik 2016, total trafik penumpang feri yang menyeberang dari Merak menuju Bakauheni pada H-12 hingga H mencapai 895.888 orang atau naik 15,1% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 778.334 orang.  Lalu jumlah total kendaraan mencapai 192.303 unit atau naik 14,2% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 168.352 unit.

Sebaliknya, total trafik penumpang dari Bakauheni menuju Merak pada H-12 hingga H mencapai 397.021 orang atau naik 5,4% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 376.603 orang. Diikuti jumlah total kendaraan sebanyak 71.287 unit atau naik 1,5% dibandingkan periode sama tahun lalu 70.249 unit. "Masih banyaknya kekurangan dalam pelayanan kami, akan menjadi koreksi agar dilakukan perbaikan pada tahun depan. Untuk percepatan dan memudahkan pengguna jasa, akan kami tingkatkan koordinasi dengan stakeholder lain khususnya dalam mengatasi kemacetan panjang menuju pelabuhan, dan mempercepat proses bongkar muat di kapal," tuturnya.

Dari lintasan lain, layanan mudik feri di Tanjung Api-api -Bangka tercatat dari H-7 hingga H-1 jumlah pemudik mencapai 14.000 orang, 1.350 unit sepeda motor, dan 1.400 kendaraan roda empat. "Memang untuk jumlah penumpang pejalan kaki turun 2 persen, dan roda dua turun persen. Namun, untuk roda empat naik 12%.  Pencapaian tahun ini memang melebihi target kenaikan 5 persen," kata GM ASDP Indonesia Cabang Bangka, Dadan Hermawan. (***)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)