Revaluasi, Aset PLN Diprediksi Naik Rp 200 Triliun

PT PLN (Persero) telah mengajukan revaluasi aset. Direktur PLN Sofyan Basir menargetkan revaluasi aset selesai pada akhir tahun ini. Setelah revaluasi, aset PLN diperkirakan naik dari nilai semula Rp 600 triliun.

"Yang pasti (naik) di atas Rp 200 triliun," kata Sofyan di kompleks Istana Kepresidanan, Kamis, 3 Desember 2015. Jika prediksi Sofyan tepat, maka aset PLN menjadi Rp 800 triliun setelah revaluasi.

(Foto: www.venuemagz.com) (Foto: www.venuemagz.com)

Sofyan berujar, aset PLN yang direvaluasi adalah infrastruktur listrik, tanah dan jaringan transmisi. PLN terakhir melakukan revaluasi aset pada sekitar tahun 2003.

Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi kelima, Oktober lalu. Salah satu poinnya berisi potongan pajak penghasilan (PPh) final revaluasi aset.

Bila wajib pajak mengajukan revaluasi hingga 31 Desember 2015, PPh final yang dikenakan berkurang dari 10 persen menjadi 3 persen. Sementara bila diajukan antara 1 Januari-31 juni 2016 besaran PPh final revaluasi sebesar 4 persen. Terakhir jika revaluasi diajukan antara 1 Juli-31 Desember 2016 maka besaran PPh final revaluasi 6 persen.

Saat ini sudah ada 10 emiten yang akan melakukan revaluasi aset dan sudah mendaftar di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Emiten-emiten tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya Beton, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)