Sesuai Induk, Total E&P Indonesie Kencangkan Indonesianisasi

Perusahaan penghasil gas bumi terbesar di Indonesia, Total E&P Indonesie (TEPI), berusaha merekrut sebanyak mungkin tenaga kerja Indonesia. Ini dilakukan sekalipun perusahaan ini sebenarnya adalah jenis perusahaan asing yang berkantor pusat di Perancis. Langkah ini sebetulnya bukan merupakan strategi dari TEPI sendiri, melainkan strategi dari pusat. Jadi, di mana pun Total beroperasi, maka perusahaan sebanyak mungkin merekrut tenaga kerja setempat.

Arividya Noviyanto

“Karyawan kami sekitar 2.000 orang sekarang ini, ditambah lagi kami gunakan SDM kontrak sekitar 1.600. Dari angka itu, ekspatriat kami hanya sekitar 120 orang. Jadi, hanya sekitar 3 persen dari total populasi yang ada. Sehingga mau tidak mau, kami mengencangkan program Indonesianization,” terang Arividya Noviyanto, Vice President Human Resources, Communications and General Services TEPI, di Kantor TEPI, Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Diterangkan dia, Total Group memang menggunakan konsep seperti yang dilakukan di Indonesia.  “Jadi, di mana pun Total beroperasi, misalnya di Angola, mereka juga bikin Angolanisasi. Di Indonesia, ada Indonesianisasi,” imbuhnya.

“Karena, dalam konteks bisnis sekarang ini, kami tidak mau dibilang sebagai Total adalah perusahaan asing, tapi sebagai perusahaan multinasional. Yang artinya, kalau dia beroperasi di Indonesia, dia beradaptasi dengan negara itu.” Adaptasi dilakukan dengan cara menggunakan SDM lokal, termasuk mengembangkan SDM setempat dengan cara memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Arividya menjelaskan, konsep ini telah dijalankan mulai 3-4 tahun lalu di seluruh tempat di mana Total beroperasi. “Dulu kami tidak dengan slogan (seperti sekarang ini). Sudah mulai 3-4 tahun yang lalu lebih diformulasikan benar bahwa ization itu di seluruh dunia. Ya, cocok juga dengan konsep di production sharing contract kami. Di situ memang diutamakan untuk posisi yang bisa diganti (dengan orang) Indonesia, ya diganti (dengan orang) Indonesia.”

Tak hanya itu, ia menyebutkan, pekerja Indonesia juga berkesempatan berkarir di perusahaan Total di seluruh dunia. “Tapi di sisi lain, kami juga mengirim orang-orang Indonesia yang bekerja di TEPI itu ke luar negeri. Tadi saya sebutkan ada 120 ekspatriat di Indonesia, tapi di Total Group ada hampir 110 orang Indonesia yang bekerja di subsidiary lain di seluruh dunia. Yang paling banyak di Perancis, karena di sana kan kantor pusat  Total. Jadi, diharapkan mereka pulang mengambil ilmu dari subsidiary yang di situ,” tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)