Strategi Telin Menjadi Hub di Tahun 2020

Dalam mewujudkan visinya untuk menjadi “The World’s hub for Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Service (TIMES)”, Telin terus berupaya untuk melakukan ekspansi bisnis internasional. “Kami membangun infrastruktur utama yang dibutuhkan oleh operator jasa telekomunikasi, yaitu pembangunan kabel laut, data center dan juga world hub operating center,” ujar Faizal R Djoemadi, CEO PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin).

Beberapa proyek  yang sudah digarap adalah Eropa South East Asia-Middle East- Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5) pada akhir tahun 2016. Kemudian, pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) lain yaitu South East Asia – US (SEA-US) melalui skema konsorsium dan bersama dengan Telkom membangun Indonesia Global Gateway (IGG)-- menghubungkan beberapa kota di Indonesia yaitu Dumai, Batam, Jakarta, Madura, Bali, Makassar, Balikpapan, Tarakan and Manado dengan Singapura. Proyek IGG mengefisiensikan biaya produksi hingga 15 sampai 20 persen.

Faizal R Djoemadi, CEO Telin (Doc. Wisnu R, SWA)

Apa tantangannya? Menurutnya, ketika akan menggelar kabel untuk sampai di sebuah negara , maka harus mengurus lisensi. Ia mencontohkan untuk mendapat lisensi di Amerika Serikat butuh waktu hampir 2 tahun. Hal ini karena harus melalui tiga departemen yaitu Departement of Justice, Departement of Defence, dan Departement of Tax.

Setelah kabel terpasang, selanjutnya adalah bagaimana me-maintain kabel yang mengalami putus. Untuk itu Telin mengeluarkan biaya untuk operation maintenance setiap tahun. “Usia kabel maksimal 20 tahun, itupun masih dalam kondisi layak,” tambahnya.

Ke depannya, anak perusahaan Telkom ini memiliki proyek besar yaitu memiliki data centre di Eropa. Korporasi ingin membagi dunia menjadi 12 region, yaitu ASEAN, Asia Selatan dan Utara, Eropa Barat dan Timur, Afrika Utara dan Selatan, Amerika, dan lain-lain. “Ini adalah stratge kami menjadi Hub seperti Singapura. Indonesia memiliki peluang,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini Telin sudah memiliki data centre di Singapura sejak November 2016 yang dikelola oleh Telin. Ini merupakan Data Centre Multitier pertama di Singapura (tier 3 dan 4). Sedangkan data centre di Indonesia dikelola oleh Telkomsigma.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)