Tahun 2015 IBM Mematok Target Pertumbuhan Double Digit

Tahun 2014 merupakan tahun konsolidasi bagi industri teknologi informasi (IT), namun tahun 2015 menjanjikan pertumbuhan yang lebih optimistis ketimbang tahun lalu. Bagaimana IBM memandang prospek bisnis di tahun ini? Gunawan Susanto, Presdir IBM Indonesia, memaparkannya kepada Ario Fajar dari SWA Online berikut ini:

Gunaawan Susanto, Presdir IBM Indonesia Gunaawan Susanto, Presdir IBM Indonesia

Bagaimana evaluasi bisnis tahun 2014?

Secara umum, tahun 2014 adalah masa konsolidasi bagi industri informasi teknologi (IT). Banyak dari pemain-pemain di industri ini masih wait and see. Namun begitu, tahun depan akan ada perbaikan atau optimisme.

Bagaimana IBM menatap 2015?

Kalau dinilai dari sudut pandang IT, tahun 2015 adalah tahun yang sangat menarik. IBM mencanangkan untuk bisa tumbuh double digit ke depannya. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bukan bagaimana kita tumbuh lebih cepat daripada pasar, tetapi juga seberapa cepat kami bisa mentranformasi pasarnya juga.

Berapa proyeksi kenaikan industri ini?

Umumnya di kisaran 15-18% per tahun, dan kami akan lebih dari itu.

IBM Gunawan

Bagaimana IBM melihat pasar Indonesia tahun depan?

Kami melihat Indonesia adalah pasar yang sangat potensial. Bisa dilihat dari sisi penetrasi mobile market yang terbesar keempat di dunia. Secara demografi, jumlah penduduk usia angkatan kerja di sini juga besar, bahkan mendominasi. Generasi sekarang sudah melek gadget. Anak-anak zaman sekarang sangat fasih mengoperasikan Ipad, tablet dan smartphone. Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang paling aktif dalam penggunaan sosial media di dunia.

Seberapa besar peluang jika diberlakukannya MEA 2O15?

Di industri IT regulasi terkait MEA memang tidak terlalu kentara. Tapi regulasi yang dampaknya ke IT cukup banyak yang datangnya dari industri-industri lain. Misalnya, adanya regulasi tentang banking transaction. Regulasi itu dampaknya sangat besar buat kami.

Misalnya?

Ada potensi pasar yang sangat besar di sana. Contohnya, bank-bank asing yang mau beroperasi di Indonesia, mereka harus memindahkan sistemnya ke Indonesia, sehingga itu suatu potensi yang besar buat perusahaan IT.

Jadi, tahun depan perusahaan IT atau IBM akan kebanjiran proyek?

Ada impak langsung dan tidak langsung. Apapun itu, yang kami lihat adalah potensial pasarnya karena begitu MEA diberlakukan banyak perusahaan luar yang ingin masuk ke Indonesia. Strategi dari mereka sudah pasti tidak akan memakai pola nontradisional, agar supaya bisa tumbuh lebih cepat daripada mereka membangun infrastruktur. Misalnya, branchless.

Kalau dari perusahaan lokal seperti apa peluangnya?

Kami ingin mengarahkan perusahan lokal agar mereka mempersiapkan diri menghadapi MEA 2015. Jangan sampai kita kalah dengan perusahaan asing, dan tidak berjaya di negeri sendiri.

Lalu, di mana peran IBM dalam membantu perusahaan lokal?

Untuk entreprise atau korporat, kami sudah effectively engagement dengan klien-klien lokal untuk bisa berdiskusi mengenal digital strategi mereka ke depannya. Paling tidak, kami mencoba membantu mereka untuk merancang strategi mereka.

Seperti apa?

Memang kerjasama ini ada yang sudah dan belum dijalankan. Yang sudah seperti sparing partner untuk melihat apa lagi yang kami bisa bantu untuk mereka? Kalau yang belum, kami akan assist memberikan pengalaman dan kapabilitas IBM yang kami punya untuk diadopsi di sini. Misalnya, strategi mereka untuk go online. Kami akan berkolaborasi dengan healthcare industri, manufaktur, distribusi, customer goods, dll.

Bagaimana Anda menilai regulasi atau wacana pemerintahan yang baru? Di mana peluangnya bagi IBM?

Kami menilai inisiatif yang diwacanakan oleh Bapak Jokowi dan kabinetnya untuk lebih efisien dengan menggandalkan teknologi adalah hal yang bagus dan tepat. Teknologi bisa menjadi tulang punggung. Dan tentunya, akan menjadi peluang besar bagi perusahaan IT.

Di mana peluangnya?

Pelabuhan misalnya. Jika pelabuhan ditata atau berbasis dengan teknologi, maka keterbukaan informasi akan membawa dampak positif yang banyak. Contohnya, tentang jadwal kapal bersandar, muatan, dll, sehingga operasional pelabuhan bisa lebih efisien. Informasi itu juga bisa diakses oleh publik atau perusahaan lain.

Adakah dampak signifikan soal isu kenaikan BBM, upah buruh, tarif listrik, dll terhadap IBM?

Dampak langsungnya tidak ada. Namun, isu-isu itu tentu akan mengganggu bisnis perusahaan dari klien-klien kami. Jika mereka mengeluhkan dan merasakan dampak yang cukup signifikan, maka impaknya juga pasti ke kami.

Namun dari kondisi itu ada peluang positif yang muncul di mana ketika isu-isu BBM, upah buruh, dan tarif listrik naik, maka mereka akan melakukan efisiensi. Nah, salah satu cara berefisien adalah dengan mengandalkan teknologi. Di sinilah peran perusahaan IT dan atau IBM dibutuhkan. Investasi di IT bukan hanya untuk mengurangi cost, tetapi bisa mendukung operasional, dll.

Apakah IBM akan mengandalkan bisnis unorganik tahun depan atau seperti apa?

Kalau bisnis unorganik itu tidak mungkin buat kami. Hal yang mungkin adalah dengan market collaboration. Kalau kami bisa bergabung bareng untuk masuk ke pasar kenapa harus berjalan sendirian. Dengan kolaborasi , juga akan menciptakan harga yang kompetitif di pasar. Misalnya, bergabung dengan telco provider.

Inovasi apa yang akan dikembangkan tahun depan?

Yang kami kembangkan adalah lima layanan IBM yakni Cloud, Analytic, Mobile, Mobility, Social Media, dan Security. Salah satu yang kami ingin lakukan lebih serius adalah bagaimana kami masuk ke area di mana IBM bisa membantu klien-klien lokal untuk melakukan transformasi. Menurut saya, mereka harus mentransformasikan bisnis untuk bisa menghadapi MEA 2015. Singkatnya seperti strategi mereka go to digital, dll. Untuk klien UKM, kami ingin melihat bagaimana bisa partnership dengan pemain lokal untuk penetrasi pasar.

Inovasi di dalam manajemen seperti apa?

Untuk inovasi ke dalam, kami harus mengubah dan meningkatkan kapabilitas SDM agar bisa sesuai dengan kebutuhan pasar. Untuk itu, kami datangkan orang-orang dari luar untuk infus dan transfer pengetahuan ke karyawan IBM.

Dari lima layanan itu, mana yang kontribusinya paling besar?

Saat ini Analytic masih menjadi penyumbang terbesar di antara yang lain. Layanan itu biasanya digunakan oleh korporasi besar. Sedangkan untuk start up, umumnya menggunakan cloud, mobility, dan social media.(***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)