Upaya Fox Menggarap Pasar TV Berbayar di Indonesia

Dengan sekitar 250 juta penduduk, Indonesia tampaknya masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi industri televisi. Dari angka tersebut, hanya ada 60 hingga 80 juta rumah tangga yang memiliki televisi di mana 10% di antaranya yang menggunakan pay tv.

Peter Rice, CEO fox Networks Groups gambar dari : http://articles.latimes.com/2014/mar/26/entertainment/la-et-ct-foxs-peter-rice-renews-contract-20140326 Peter Rice, CEO fox Networks Groups (foto: latimes.com)

Hal ini diamini oleh Tiara Sugiono, Marketing Manager Fox International Channels. Menurutnya, penetrasi televisi Indonesia masih kalah bila dibandingkan negara lain. Di awal-awal kemunculannya pun Fox International Channels, yang baru saja berganti nama menjadi Fox Network Groups hanya menyasar kalangan A ke B.

“Tayangan tv  kami hanya bisa didapatkan di televisi berbayar yang dulu dianggap sebagai kebutuhan tersier. Adanya kecanggihan teknologi semakin memperkenalkan kami ke masyarakat sehingga sekarang banyak yang berlangganan, jadi pasar kami sudah mulai ke kelas menengah," kata Tiara.

Di Indonesia, sudah ada 1 hingga 2 juta pelanggan Fox di mana kebanyakan didominasi kota-kota besar seperti Jakarta. Berbagai strategi pun dilakukan demi merangkul lebih banyak penonton, salah satunya dengan membantu 13 afiliasi pay tv mereka sebagai penyedia konten provider Fox.

Menurut Tiara, pihaknya tidak melakukan direct selling kepada penonton, sehingga mereka hanya memberikan support kepada pihak afiliasi. Misalnya saat salah satu afiliasi mereka melakukan exhibition, pihaknya akan membantu dengan melakukan dekorasi yang tekait dengan film atau serial yang ada di Fox Network Channel.

Selain itu, mereka juga memberikan dukungan dengan memberikan tempat untuk iklan manual yang masih konvensional di saluran mereka. Namun dalam strategi meningkatkan jumlah penonton, ia sendiri mengaku untuk tetap mengandalkan konten dari head quarter Fox Asia yang berada di Hong kong.

Kebijakan ini dilakukan karena market Indonesia yang tidak tertarik dengan localize program, terutama untuk program televisi berbayar. Berbeda dengan Filipina dan Taiwan yang sudah campur dengan produksi lokal. Hal yang sama sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu di Indonesia, namun ternyata kurang diminati penonton.

Bagi konsumen Indonesia, berlangganan televisi berbayar dilakukan karena mereka ingin menonton konten luar. Oleh karena itu, ia pun tetap optimis bahwa growth sales di Indonesia akan tetap tinggi, mengingat penonton utama mereka memang mencari konten luar yang berkualitas.

Tidak hanya di Indonesia, tren ini juga berlaku di seluruh Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Oleh karena itu seluruh tayangan Fox di Asia Tenggara dan Hong Kong pun hanya mengandalkan 34 channel dengan 5 channel utama yaitu Fox, FX, Fox Sport, Fox Life, dan National Geographic.

Untuk mendukung pertumbuhan secara global Peter Rice, CEO Fox Network Groups, melakukan transformasi. Restrukturisasi dilakukan mulai dari struktur hingga strategi mereka dikarenakan dinamisnya pasar televisi saat ini.

Strategi ini dilakukan untuk untuk memperkuat manajemen di tiga pasar utama yaitu Eropa, Amerika Latin, dan Asia. Hingga saat ini, pengguna saluran Fox sudah mencapai 1.8 juta pemirsa di seluruh dunia dengan 45 bahasa. (EVA)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)