Upaya TPK Koja Bentuk Employee Engagement

Terminal Petikemas (TPK) Koja. (Sumber foto: fakta.co.id)

Rasa keterikatan yang dibangun karyawan dengan perusahaan tempatnya bekerja merupakan hal yang penting. Begitu juga yang diwujudkan oleh Terminal Petikemas (TPK) Koja. Sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan penanganan kontainer, TPK Koja menjadi terminal yang membantu optimalisasi kinerja PT Pelabuhan Indonesia II. Sense of belonging keduanya juga dapat memberikan feedback pada manajemen dan loyalitas pada perusahaan.

Keterikatan yang sengaja dibangun ini senantiasa menciptakan kekritisan yang positif pada karyawannya. Menurut DGM SDM & Administrasi Terminal Petikemas Koja, Nurjadin Surur, sifat kritis yang disampaikan dalam memberikan memberikan saran untuk perbaikan terhadap perusahaan dan ingin tempat kerja ini lebih bagus lagi. “Keterikatan ini kami ciptakan melalui forum-forum informal seperti olahraga bersama sehingga mendapatkan informasi dan feedback untuk kemajuan bisnis perusahaan,” ujarnya.

Perseroan juga menjunjung sikap fairness. Artinya, TPK Koja tidak menyembunyikan seluruh informasi terkait dengan pengembangan karier. Informasi terkait lowongan jabatan level supervisor sangat terbuka lebar bagi karyawan. “Semua karyawan dengan persyaratan tertentu dapat mengikuti assesment  dan didiskusikan dengan management terkait. Kejujuran dalam perusahaan juga digalakan terutama pada level atas untuk bisa menjadi role model,” ungkapnya.

Upaya lain membangun employee engagement adalah dengan membangun suasana informal. Cara ini untuk menciptakan borderless antar sesama pegawai TPK Koja. Menurut Nurjadin, cara ini memberikan kesempatan terbuka bagi karyawan kepada perusahaan. “Objektivitas penilaian juga diterapkan pada karyawan atas prestasi yang diraihnya. Saat ini kami sedang menyusun barometernya dengan menyusun KPI berbasis balanced score-card. Nantinya akan terukur apa yang menjadi target dari pimpinan tertinggi sampai paling bawah,” jelasnya. Selain itu, perusahaan juga membuat dashboard management guna memantau target yang ditetapkan.

Dalam memberdayakan karyawannya, TPK Koja melibatkan mereka lebih jauh lagi dalam membuat keputusan pada forum-forum informal. “Seperti di operation, diberikan semacam kesempatan ketika ada pejabat yang tidak bisa melaksanakan tugasnya dikarenakan sakit atau lain hal. Kami berikan semacam surat tugas pelaksana harian, sehingga mereka bisa menjalankan tugas yang lebih tinggi walaupun posisinya belum sampai di situ,” jelasnya. Hal ini berguna nantinya saat promosi diharapkan mereka bisa lebih cepat proses pembelajarannya. Cara ini juga melatih koordinasi antar supervisor dengan bagian berbeda. Pola pendekatan seperti ini dapat dijadikan peluang mereka untuk belajar.

Training pada karyawan diberikan melalui direktori pelatihan tersendiri. Setiap jabatan memiliki standar masing-masing. Berdasarkan direktori kompetensi tersebut perusahaan membuat profiling. Selain itu, juga dilakukan sertifikasi dari luar seperti seminar untuk mengetahui perkembangan-perkembangan terbaru. TPK Koja juga sering mengadakan in house training bagi karyawannya untuk pengembangan sesuai dengan kebutuhannya.

Terbukti turn over TPK Koja nyaris nol atau di bawah 1%. Kompetensi spesifik di pekerjaan ini tidak banyak karena lapangan pekerjaannya juga tidak banyak. TKP Koja juga memberikan gaji dan insentif yang sepadan untuk karyawannya. Pelayanan jasa setiap tahunnya dilakukan inovasi dan pemberian edukasi terhadap adanya perubahan tersebut. Inovasi ini menjadikan TKP Koja memberikan pelayanan yang bagus, tidak hanya dari segi luasnya. Salah satu inovasi dalam pelayanan TKP Koja adalah Kios-K yang mempermudah konsumen dalam melakukan bisnisnya.

TPK Koja memiliki kelebihan dibandingkan terminal lain yaitu intimasi yang lebih kuat dalam pelayanannya. Selain itu, TPK Koja menerapkan konsep prime costumer bagi pelanggan dengan pelayanan berbeda. “TPK Koja harus fokus kepada personal touch pada pelanggannya, selain tetap mengembangkan teknologinya,” ungkapnya. Pertumbuhan secara keseluruhan yang diperoleh TPK Koja adalah 2% yang diperebutkan oleh tujuh terminal. Kedekatan personal mampu mencetak pertumbuhan di atas 2% yaitu 3%.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)