Wachjudi Martono, Bangun Budaya Safety di Darma Henwa

Bisnis tambang batubara tengah menghadapi tantangan berat. Namun, bukan pemimpin hebat kalau hanya menyerah pada keadaan. Layanan harus tetap nomor satu. Prinsip inilah yang dipegang teguh Presiden Direktur PT Darma Henwa Tbk, Wachjudi Martono.

Darma Henwa tengah berdarah-darah saat peraih gelar Master Bidang Administrasi Bisnis dari Notre Dame De Namur University, Amerika Serikat ini bergabung sebagai Chief Financial Officer pada 2010 lalu. Bisnis jasa pertambangan mereka turun tajam seiring merosotnya kepercayaan dari para pelanggan. “Kami hampir kehilangan kontrak dan lost confidence dari klien,” kata dia.

Pria kelahiran tahun 1968 ini bergerak cepat dengan membangun budaya keselamatan (safety) sesuai aturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral saat melayani pelanggan. Program refreshment untuk 1.900 karyawan pun digulirkan untuk menyamakan bahasa layanan antara
manajemen dengan pelaksana di lapangan.

President Director PT Darma Henwa Tbk, Wachjudi Martono. President Director PT Darma Henwa Tbk, Wachjudi Martono.

Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan level kompetensi masing-masing karyawan. Pemberdayaan dan jenjang karier yang jelas akan meningkatkan loyalitas karyawan. Perseroan pun lebih mudah mendapatkan talenta-talenta unggulan yang akan berkontribusi besar pada perbaikan kinerja bisnis. “Saat itu, kami juga membangun budaya perusahaan yang sebelumnya tidak ada,” katanya.

Mantan Direktur Pengelola Credit Suisse AG (Singapura) ini lalu melakukan terobosan dengan mengembangkan Program DEWA 100 Hati (Darma Henwa 100 Hari Tanpa Insiden). Dengan fokus pada keselamatan kerja, kerugian terhadap manusia, lingkungan, dan peralatan bisa dihindari. Para klien mereka pun antusias dengan program ini.

Tak berhenti sampai di situ, Wachjudi yang didapuk menjadi Direktur Utama Darma Henwa pada 2013 itu menggelar program DEWA Operation Excellence. Seluruh karyawan bisa ikut berpartisipasi dengan menelurkan ide-ide brilian untuk memacu kinerja perseroan. Dengan begitu, semua karyawan turut mengarahkan kapal bisnis menuju keberhasilan.

Setiap masalah yang muncul di masing-masing divisi, seperti engineering, maintenance, maupun keuangan, harus segera diselesaikan dengan mengacu pada petunjuk dalam DEWA Operation Excellence. Dengan begitu, perusahaan bisa terus melaju dalam situasi dan kondisi apapun.

Hasilnya, perusahaan berhasil membalikkan keadaan dan kembali meraih keuntungan sejak tahun 2014. Kepercayaan dari para mita meningkat pesat. Dulu, banyak pemasok alat berat yang menolak bekerjasama, kini di bawah kepemimpinan eks Direktur Eksekutif UBS AG Singapura, mereka antre menawarkan barangnya. (Reportase: Jeihan Kahfi Barlian)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)