BTN Salurkan KPR Rp 145 Triliun

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono mengatakan, hingga November 2015, realisasi penyaluran kredit sebesar Rp 145 triliun untuk 3,5 juta keluarga.

BTN, ucap dia, mencatat rekor akad kredit dalam sehari sebanyak 8.597 unit pada tahun ini, naik signifikan dibanding tahun lalu sebanyak 5.557 unit. Atas capaian itu, BTN tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai peraih rekor terbanyak akad kredit dalam sehari.

Maryono menjelaskan, aset BTN naik 17 persen menjadi Rp 167 triliun per Oktober 2015. "KPR (kredit pemilikan rumah) tetap tumbuh 22 persen di tengah gejolak pertumbuhan ekonomi," ucapnya dalam acara Seminar BTN Outlook Ekonomi, Perbankan, dan Properti di Grand Indonesia, Kamis, 10 Desember 2015.

BTN-KPR

Menurut dia, industri perumahan mengalami pasang-surut sesuai dengan gejolak ekonomi global. Dia menilai kebijakan perumahan juga memberikan andil pada pasang-surut penyaluran KPR. Dia mencontohkan kebijakan Bank Indonesia yang memperketat penyaluran KPR.

Tak hanya itu, pemberlakuan stimulus sektor perbankan berdasarkan risiko oleh OJK juga menjadi masalah dalam penyaluran kredit perumahan. Meski demikian, dia mengakui hal itu menciptakan perbankan yang sehat dan melindungi konsumen.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Maurin Sitorus menargetkan pembangunan program sejuta rumah pada tahun depan yang terdiri atas 700 ribu rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 300 ribu non-MBR.

Dari jumlah kelompok MBR, pemerintah kebagian tugas membangun 112 ribu unit, pengembang melalui subsidi pembiayaan perumahan (KPR-FLPP dan SSB) sebanyak 470 ribu unit, dan pemerintah daerah 117 ribu unit.

Pemerintah mengalokasikan dana subsidi bantuan pembiayaan perumahan tahun 2016 berupa KPR-FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebesar Rp 9,22 triliun untuk memfasilitasi pembelian 87.390 unit rumah.

Tak hanya itu, pemerintah memberikan bantuan uang muka sebesar Rp 1,22 triliun untuk memfasilitasi 306 ribu unit rumah dan subsidi selisih bunga Rp 2,03 triliun untuk memfasilitasi 386.644 unit rumah.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)