Cempaka Group Bidik Pendapatan Pra-Penjualan Menara Alamanda Rp180 Miliar

PT Depok Cipta Sejati (DCS), anak usaha Cempaka Group, membidik marketing sales (pendapatan pra penjualan) sebesar Rp 180 miliar di menara Alamanda di proyek apartemen Green Lake View di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Nilai investasi untuk pembangunan menara (tower) Alamanda sebesar Rp 150 miliar.Sumber pendanaan pembangunan menara itu merupakan kombinasi dari pinjaman perbankan, pemegang saham, dan konsumen.

Menara Alamanda terdiri dari 858 unit di 24 lantai. DCS pada akhir pekan lalu melakukan proses penutupan atap (topping off) sehingga menara ini menjadi menara yang pertama yang sudah mencapai tahap topping off di apartemen Green Lake View Depok.  Menara  Alamanda merupakan salah satu dari 9 menara yang dibangun di apartemen Green Lake View Depok. Tahun ini, DCS menargetkan pembangunan tower Alamanda selesai di tahun ini. Perusahaaan di akhir tahun lalu melakukan prosesi serah terima kepemilikan kepada pembeli.

Cempaka Group, selaku induk usaha DCS,  berencana membangun 9 tower dalam 9 tahun mendatang. Nilai total investasi untuk membangun semua menara itu diestimasikan senilai Rp 1,35 triliun. Berdasarkan perhitungan Cempaka Group, dana pembangunan setiap menara bakal menyedot investasi senilai Rp 150 miliar. Tedy Budianto, CEO Cempaka Group, menyebutkan pihaknya menginginkan pembangunan 9 menara di apartemen Green Lake View Depok itu bakal rampung lebih cepat dalam 6 tahun ke depan. ”Kami berharap pembangunan semua tower akan rampung dalam 6 tahun,” ujar Tedy. Selain menara Alamanda, perusahaan pada semester II tahun ini akan menjual menara dua sebelum memulai pembangunannya.

Apartemen Green Lake View, Depok, Jawa Barat. (Foto : Dokumen Cempaka Group).

Tedy berharap pemasaran menara dua bisa menjadi acuan perusahaan untuk menakar minat konsumen terhadap apartemen Green Lake View Depok. Menurut Teddy, harga apartemen di tower dua kemungkinan di atas Rp 12 juta/m2. Tower dua akan dipasarkan 800 unit terdiri dari 24 lantai. Ia optimistis rencana ini berlangsung mulus. Sebab, program pembangunan infrastruktur di sekitar apartemen itu akan memberi nilai tambah kepada konsumen. Selain itu, fundamental perekonomian nasional semakin solid seiring penurunan suku bunga acuan menjadi 4,75% sehingga daya beli masyarakat kembali pulih untuk membeli apartemen. ”Pasar properti tetap tumbuh ke depannya,” ujar Teddy.Selain membangun apartemen Green Lake View, DCS bakal membangun rumah tapak sebanyak 102 unit yang menempati lahan seluas 3 ha,  kondotel,  100 rukan, wahana taman air (water park), dan pusat perbelanjaan. DCS sudah melakukan soft launching wahana air di Januari tahun ini. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pengalaman Ikke Nurjanah Mencicipi Beragam Produk Investasi

Ikke Nurjanah, biduanita dangdut, berinvestasi di instrumen investasi berisiko moderat hingga produk investasi berisiko tinggi. Pelantun lagu Terlena ini di...

Close