Gogobli Berambisi Jadi Salah Satu Unicorn Indonesia

Potensi produk kesehatan dan kecantikan sangat bagus dengan pertumbuhan double digit tiap tahun. Sayangnya, distribusi dan pemasaran ke kota-kota kecil Indonesia menjadi tantangan.

Halim H., Chairman and Founder Gogobli.com, ecommerce khusus produk kesehatan dan kecantikan, menyebut, nilai pasar dua jenis produk itu di Indonesia sekitar US$ 5 miliar tahun lalu. Sebenarnya nilai tersebut bisa lebih besar jika dua kendala tersebut bisa diatasi. Maka itulah Gogobli hadir setahun ini. Bukan saja hanya untuk konsumen, tapi juga prinsipal dan pelaku ritel.

Meski baru didirikan pada Mei 2016, platform yang fokus pada produk kesehatan dan kecantikan di Indonesia ini berhasil mencatat peningkatan penjualan sebesar 2.500% sepanjang 2017. Tidak dipungkiri setiap usaha rintisan memang akan mengalami lonjakan pertumbuhan di tahun-tahun pertama pendiriannya, terlebih jika platformnya dan target pasarnya jelas. Hal ini juga terjadi pada Gogobli.com, namun lonjakan pertumbuhan penjualan Gogobli diatas rata-rata usaha rintisan lain.

Dijelaskan Joe Hansen, COO Gogobli, hal ini karena platform Gogobli yang sejak awal bertujuan menjawab berbagai tantangan dari rantai distribusi dan pemasaran di kota-kota kecil. Persoalan-persoalan yang dihadapi prinsipal, ritel (toko) dan konsumen di daerah dijawab oleh Gogobli melalui teknologi sebagai solusi.  “Pertumbuhan pesat tersebut karena kami berhasil menggaet mitra lebih dari 15 ribu toko yang tersebar di seluruh Indonesia, juga lebih dari 500 merek prinsipal ternama untuk memasarkan produknya di Gogobli,” katanya.

Gogobli tersedia dua platform berbeda untuk B2B yaitu untuk para mitra atau toko yang membeli dalam partai besar,  ritel atau B2C. “Konsumen tidak perlu khawatir, semua produk kami bisa dicek, asli BPOM, karena produk kesehatan dan kecantikan konsernnya memang di sana. Jadi beli di Gogobli justru paling aman, plus jaminan uang kembali jika produk tidak asli,” tegas Joe.

Halim menambahkan, itulah sebabnya prinsipal besar seperti Wardah, Unilever, P&G, dan sebagainya mau bekerja sama dengan Gogobli karena memudahkan mereka menjangkau area lebih jauh. “Saat ini memang kami masih fokus di Jawa-Bali, tahun ini kami serius garap luar Jawa. Dengan fokus di Jawa penjualan kami naik luar biasa,” kata Terry Koh Chief Business Development Officer. Maka tidak heran pada tahun lalu juga Gogobli sudah mendapat suntikan dana dari OSK Venture, sebuah perusahaan investasi dari Malaysia dengan nilai jutaan US$.

“Penjualan kami sudah miliaran rupiah per bulan. Tapi di luar itu, kami membantu toko dan UKM bertumbuh bersama karena mereka bisa belanja dengan harga kompetitif, bahkan ada free ongkir untuk pembelian diatas Rp 1 juta, selain bonus-bonus lain. Semua itu kami bisa wujudkan karena kami mendapat barang langsung dari prinsipal,” terang Joyce Lim, CEO Gogobli.

Halim menargetkan menjadi salah satu unicorn Indonesia, khususnya sebagai penyedia produk kesehatan dan kecantikan, sedang menuju ke sana. “Tahun 2018 ini kami berharap terus menunjukkan pertumbuhan positif di Indonesia dengan tetap menjaga kualitas pelayanan Gogobli yang bermutu tinggi,” imbuh pria yang juga distributor utama produk Appeton di Indonesia ini. Ia meyakini target tersebut akan segera tercapai terlebih Gogobli tidak seperti ecommerce lain yang mudah ‘bakar uang’ dengan banyak diskon dan promosi di media elektronik.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)