Pigeon Motif Baru Targetkan Penjualan 125 Ribu Botol

Untuk melestarikan dan memperingati hari Batik Nasional yang jatuh setiap bulan Oktober, Pigeon sebagai brand produk perlengkapan bayi kembali meluncurkan botol dengan motif desain batik yang memiliki filosofi dalam setiap desainnya.

Memasuki tahun ke-6, Pigeon berkolaborasi dengan desainer batik, Iwet Ramadhan, merilis botol motif batik dengan karakter Phoenix (Lok Can) dan Sulur (rumput). Motif Phoenix memiliki filosofi sebagai simbol keabadian, kekuatan perempuan dan keanggunan. Motif Sulur merupakan simbol bakal tumbuhan yang bermakna agar dapat berkembang dengan baik.

Selain produk botol motif batik terbaru, tahun ini Pigeon meluncurkan feeding set (peralatan makan bayi) motif batik merak, kupu-kupu dan bangau karya Iwet. Juga, kain batik tulis bermotif Phoenix yang merupakan hasil membatik dari ibu-ibu Rusunawa Pulo Gebang Timur binaan dari Iwet dan kain gendongan batik tulis bermotif Phoenix.

“Kami ingin memperkenalkan batik sejak dini kepada generasi muda,” ujarnya Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division Pigeon.

Iwet menyampaikan bahwa karyanya tidak hanya sebuah gambar yang diletakkan di botol susu, namun setiap desain yang dibuat memiliki makna yang dalam. “Setiap gambar maknanya berbeda, anak-anak bisa memegang batiknya dan si ibu bisa menceritakan kepada anaknya tentang batik yang ada di botol tersebut,” jelasnya.

Dari sisi penjualan, Anis mengungkapkan setiap tahunnya untuk botol bermotif batik ini selalu disambut baik oleh konsumen, Hal ini dibuktikan dengan peningkatan penjualan setiap tahunnya. “Tahun lalu target kami 100 ribu botol dan terjual 115 ribu botol, sementara tahun ini kami targetkan 125 ribu botol yang terjual,” katanya kepada SWA Online.

Tahun ini Pigeon juga melakukan edukasi kepada generasi muda mengenai Batik. di tahun ini, Pigeon mengadakan Workshop membatik bersama Iwet Ramadhan di Rumah Batik Winotosastro, Yogyakarta yang telah berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2019 dengan para peserta dari generasi muda berusia 16 – 25 tahun sebanyak 30 orang. Pada kegiatan workshop membatik ini, para peserta diajarkan proses membatik secara langsung yang bertujuan agar budaya Batik dapat diteruskan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Pigeon

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)