Rahasia PLS Sukses Kantongi Lisensi Warner Bros Asia Tenggara

Dari segi produk, siapa yang tak kenal Warner Bros (WB). Warner Bros Entertainment merupakan salah satu leading entertainment company dan juga leading licensing di retail merchandising. Dengan mempunyai 3.700 karakter-karakter di seluruh dunia, seperti Loney Tunes, Baby Loney Tunes, Tweety, Tom and Jerry, bahkan sampai DC Comic, WB berusaha melirik pasar Asia Tenggara melalui kerjasama dengan Pasifik Lisensing Studio (PLS). Seperti apa euforia Loney Tunes dan kawan-kawan menggebrak pasar Asia Tenggara? Berikut adalah cuplikan wawancara dengan Shierly Kosasih, Senior Manager Licensing Pasific Licensing Studio dengan Gustyanita Pratiwi dari SWAOnline.

Seperti apa gambaran Pasific Licensing Studio (PLS) terkait peranannya dalam memegang lisensi karakter-karakter Warner Bros (WB)?

Pasific Licensing Studio(PLS) adalah representatif resmi dari Warner Bros  Consumer Product untuk Region Asia Tenggara. Just a little reminder bahwa brand-brand kami sebagian besar sudah exist di Indonesia. Bagian yang paling menarik adalah tahun ini kami akan come up dengan satu film paling anyar, bagian dari The Lord of The Ring, yaitu The Hobbit yang akan release Desember ini dalam bentuk trilogi.

The Hobbit ini sebenarnya cukup berhubungan dengan The Lord of the Ring kisahnya. The Lord of the Ring cukup sukses di seluruh dunia dengan menghasilkan US$ 7 juta,  sudah combine dengan Home Video, consumer product, sampai box office movienya sendiri. Dan dia juga memenangkan banyak sekali award. Dan Hobbit ini akan dibuat trilogi, mulai dari 2012 sampai 2014. Yang pertama akan release Desember ini berjudul “An Unexpected Jorney”, dan yang kedua 13 Desember 2013 serta terakhir 2014 “There and Back Again”. Masih disutradarai oleh Peter Jackson yang juga merupakan sutradara dari The Lord of the Ring.

The Hobbit sendiri sebetulnya merupakan adaptasi dari buku karangan J.R.R Tolkien. Tahun ini kami merayakan 75 tahun anniversary buku The Hobbit. Adapun filmnya dimainkan oleh Martin Freeman sebagai Bilbo Baggins, again kalau untuk yang sudah menonton the Lord of The Rings pasti sudah familier dengan Bilbo. Dan yang pasti dalam film The Hobbit ini, beberapa teman lama dalam TLOTR juga bermain di dalamnya. Dengan adanya trilogi tadi pastilah ini akan memberikan opportunity yang besar, karena kami tidak bicara soal short term tapi lebih ke long term, mulai dari 2012-2014. Dan opportunity yang terbuka di The Hbbit itu sangat besar sekali karena kami masih open untuk toys and games, collectible, publishing, sampai ke apparel accecories, dsb.

Seperti apa fungsi PLS di sini?

Pemegang lisensi Warner Bros di Indonesia, jadi kami juga yang bantu mereka kontrol, misalnya ok season ini kita temanya sport, jadi let that know, sehingga ada kesinambungan juga. WB sendiri punya beberapa divisi, kita hanya salah satu dari consumer productnya. Warner sendiri kan is a media model juga, mereka punya mulai dari entertainment sampai music, pictures, games, the name it, jadi mereka hampir punya semua divisi, dan kami hanya salah satu dari divisinya.

Apakah konsepnya mahal?

Saya tidak bisa bilang apakah ada yang mahal atau murah, karena  case to case by size, jadi tergantung perusahaannya. Of course saya tidak bisa menyamakan nilai biaya lisensi advance company, katakanlah seperti Unilever atau apa dengan apparel, karena masing-masing punya cara perhitungan yang berbeda, disesuaikan dengan masing-masing lisensi.

PLS  memegang WB saja atau ada yang lain?

Sebenarnya Pasific Lisencing sendiri punya beberapa properti, jadi salah satunya WB, sebagai backbone. Kami juga pegang hak untuk Angry Bird. Kami ada smiley, jadi smiley icon yang ada di BlackBerry, semua gadget, itu kan ditrademark dan kami yang pegang lisensinya di Asia Tenggara.

Bagaimana prospek atau perkembangan penjualan merchandise di Indonesia?

Bagus, dari tahun ke tahun  sebenarnya selalu meningkat, kami tidak pernah benar-benar mengalami stagnasi atau penurunan. Lebih cenderung meningkat, kenapa? Karena jumlah anak-anak di Indonesia kan semakin banyak. Sebenarnya karena didrive oleh anak-anak yang semakin banyak itu, dan  sekarang media menampilkan karakter banyak sekali mulai dari TV, majalah, buku, sampai ke gadgetnya. Tahun lalu pertumbuhannya kurang lebih 13%, penjualan secara total.

Bagaimana jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara?

Kita termasuk salah satu market yang paling besar. Karena dari sisi penduduk, devinitely kita yang paling besar. Tapi, memang jenisnya, yang kita agak sulit mendeskripsikan, karena daya beli. Kalau di Singapura, mungkin mereka standar, katakanlah mungkin 10 dollar, buat mereka itu murah. Kalau disini 10 dolar sama dengan 70 ribu, orang pasti mikir apakah 70 ribu untuk makan atau untuk beli mainan. Market Indonesia adalah salah satu leading market di Asia Tenggara.

Bagaima strategi persaingan dengan produk-produk lain, misalnya dengan yang bajakan?

Kita melihat itu sebagai pisau bermata dua, karena dengan adanya produk bajakan, berarti ada demandnya. Market kita sebenarnya yang paling ajaib. Kita punya layer dari mid-up, tengah, sampai bawah. Sementara mungkin, market lain, belum tentu ada. Seperti di Singapura, mungkin hanya ada 2, i’ts layer up atau bawah. Kalau kita ada 3 bahkan mungkin 4, sampai ke bawah-bawah. Biasanya kita berusaha mengakomodasi dengan salah satu licensing strategy kita adalah ada lisensi yang kita khususkan untuk mid up ada lisensi yang kita khususkan untuk mid-low, ada yang memang untuk pasar yang benar-benar kelas bawah. Sehingga kita bisa mengeliminasi pembajakan. Mungkin tidak mengeliminasi sampai 100% tapi minimal mengurangi kecederungan untuk pembajakan. Karena kan pertayaannya selalu antara yang bajakan dengan yang asli lebih konsen ke harga. Tapi kalau yang asli misalkan harganya bisa kita label sampai ke bawah, pasti bisa diatasi.

Merchandise jenis apa yang paling laku di sini?

Apparel.

Berapa market share Indonesia dibanding pasar global?

Untuk WB di Asia Tenggara kita ada di peringkat kedua setelah Thailand. Karena Thailand itu punya karakter industri besar sekali. Secara demografis, mereka memang lebih sedikit. Tapi mereka suka yang cute-cute, itu saja. Gaya hidup mereka lebih mementingkan karakter ketimbang kita

Kalau semester I tahun 2012 merchandise yang paling banyak terjual apa?

Definitly kalau semester pertama, kami temanya Back to School, dan kebetulan kali ini kan barengan dengan Lebaran, jadi pasti stationary sama apparel. Kalau ada Lebaran yang tidak dempet, mungkin di semester kedua kami akan ketemu apparel, semester pertamanya stationary.

PLS apa sekaligus berperan sebagai distributor juga?

Kami hanya menjual lisensinya saja, kurang lebih 40. Internaly kami punya tim yang menjajakan keliling bertemu dengan perusahaan-perusahaan lokal, karena sebenarnya bisnisnya kami lebih karakteristik. WB, kandungan-kandungan karakternya merupakan karakter internasional. Lalu bagaimana sih sebenarnya supaya bisa affordable di sini, bisa dinikmati sama orang kita. Karena kan, kalau kita bilang, oh ya sudah beli saja dari US, again harga itu kan jadi sangat berpengaruh. Tapi kalau kita bekerja sama dengan perusahaan lokal, itu menjadi affordable.

Siapa konsumen yang paling banyak membeli merchandise?

Sejauh ini, karena kami memang fokus di anak-anak, jadi memang lebih banyak di anak-anak sekarang. Jadi kalau dilihat dari range-range produk tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke remaja, sampai ke area dewasa sekalipun. Karena itu istimewanya karakter dari WB, dia tidak terbatas umur. Dari kecil pun, kita sudah dengar Loney Tunes, Batman, Tom and Jerry, Superman, sampai sekarangpun kita masih dengar, itulah menariknya.

Bagaimana dengan partner untuk publishing di sini, apakah akan dibuka? Seperti apa prospeknya?

Divisi kami open. Kami punya beberapa sample publishing di seluruh dunia, dan memang mencari partner untuk publishing di Indonesia. Sebenarnya kami melihat prospeknya juga masih besar sekali. Kami punya emerging generation ini benar-benar generasi kids, among us, mungkin out of ten, 5 mungkin sudah punya anak, dan semuanya masih kecil-kecil. Dan itu yang menjadikan sampai ke publishing pun jadi salah satu prospek yang sebenarnya sangat bagus.

Apakah hanya terbatas superhero?

Kami tidak terbatas Superhero karena di bawah WB itu ada mulai dari Loney Tunes, Tom and Jerry, Scooby Doo, Harry Potter. Superhero itu hanya salah satu karakter yang dikembangkan WB.

Untuk beli lisensi di percetakan sendiri kira-kira butuh biaya berapa? Misalnya di penerbitan ingin bermitra?

Kami tidak punya satu patokan apakah harus X. Karena polanya lebih ke kerja sama. Kami juga mau tau apa sih rencananya klien untuk  karakter WB. Dari situ kami juga akan justify, karena at the end of the day kami juga akan approval apakah dikasih atau tidaknya lisensi ya dari pihak WB, kami sebagai agen, membantu menjelaskan, menyampaikan ini lho market Indonesia,

WB ini kan karakter Amerika, bagaimana jika dibandingkan dengan karakter Jepang, misalnya? Seperti apa persaingannya?

Setiap karakter pasti punya kekuatan sendiri. Mereka punya kekuatan atau punya kekurangan masing-masing. Fan basenya pun pasti beda-beda, jadi sebenarnya it’s not fair apakah bisa dicompare dengan karakter Jepang atau tidak, karena secara karakter sendiri, Japanese anime, dengan karakter Amerika itu sudah berbeda. I don’t think it’s comparable. Biasanya masing-masing punya strength and weaknesses.

Bagaimana dengan tujuan me-remake salah satu karakter yang sudah terbit tahun 1980-an, ThunderCats? Apakah fokusnya untuk menambah konsumen baru?

Menambah konsumen baru pasti iya. Tujuannya selalu  customer baru, customer baru, dan customer baru. Kita punya 200 juta penduduk untuk dituju. So, bagaimana caranya, mungkin 10 juta suka ini ThunderCats ini  diremake karena ada potensinya. Boys character itu merupakan karakter yang sangat kuat, terutama di Indonesia.

Karena look at the boys, anak-anak itu, mereka mencari 1 tokoh untuk diidolakan. Kami belajar dari Batman, dimana ada emotional attachment between the father and the soon. Saat kita ngomong soal Batman, Superman, ayahnya dulu mungkin nonton. Jadi ayahnya pada saat menjelaskan ke si anak mungkin tidak terlalu gaptek lah ya. Tapi if it’s a new property, ayahnya perlu belajar lagi yang baru. So, ini sebenarnya adalah pola yang sama yang diadaptasi oleh ThunderCats, sehingga capture generasi barunya juga lebih cepat.

Dibandingkan dengan apparel, bagaimana merchandise dalam bentuk toys?

Itu menurut saya it’s comparable besar. Karena kalau appareal, kan sebenarnya setengah kebutuhan, tapi mereka punya banyak pilihan sehingga karakter-karakter WB ini menjadi salah satu pilihan, sehingga kalau toys itu kan ones a while, mereka membeli kadang-kadang, itu juga tidak menjadi kebutuhan, jadi bukan pilihan utama orangtua untuk membelikan anaknya toys.  Sehingga, mengapa secara portion sedikit lebih sulit untuk menjadi leader contributor.

Pemasukan dari merchandise berapa persen kontribusinya?

Kalau misalnya ditanya berapa besar kuatnya, kami hanya melihat dari sisi consumer product. Kalau misalkan ditanya berapa besar kontribusi dari sisi merchandise, saya pikir itu harus dikembalikan pada pihak WB-nya, karena mereka melihat secara keseluruhan. In term of contribution, between division, little bit uncomparable, agak sulit untuk ditakar, karena kan seperti movie sendiri, mereka kan come sekali, hit besar, tapi juga mereka punya PNL yang besar. Pada saat mereka promoting movie, mereka sudah keluar cost yang besar, as compare  dengan ini, ini kan bentuknya komponen. Pertanyaan ini tidak bisa terjawab dengan kondisi yang sangat terbatas dimana kita hanya handle consumer product.

Berapa banyak jumlah seluruh item merchandisenya?

Itemnya banyak sekali. Appareal kami keluarkan 100 SKU, itupun perbulan, jadi bentuknya bisa ribuan.

Berapa lama lisensi ini berlangsung?

Biasanya kami melihat lisensi itu bentuknya 2 tahun. Pada saat  sudah mencapai mutual relationship, pasti  akan terus on going. Of course setelah 2 tahun, kami renew, renew, dan renew lagi.

Mengapa PLS  bisa dipercaya WB untuk memegang lisensi ini?

Karena kami sudah bekerja sama dengan WB, sebelum PLS-nya sendiri ada. Jadi kalau tadi lihat dari 10-15 tahun lalu mereka sudah bekerja sama dengan WB, sehingga memang with us all the way. Kami sudah mengerti culture-nya dan PLS sendiri sukses untuk mengembangkan bisnisnya WB Indonesia dan Asia Tenggara.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)