Tahun Pertama Sequis Online Targetkan 6.000 Nasabah

Berbisnis dalam industri apa pun saat ini mau tak mau harus putar haluan masuk ke dalam jaringan alias online jika tak mau ditinggalkan pelanggan. Termasuk bisnis asuransi. Hal inilah yang membuat Sequis—salah satu pemain di industri asuransi—juga menyediakan akses kanal digital untuk calon nasabahnya yang dinamakan Sequis Online. “ Kami menyadari memang sudah ada yang duluan masuk ke kanal digital alias online, tetapi kami yakin secara konsep kami jauh lebih siap,” ujar Tatang Widjaja, CEO Sequis Group.

Melalui inovasi ini diharapkan Sequis dapat masuk ke segmen pasar yang luas termasuk kelas menengah ke bawah selain pengguna social media dan konsumen belanja online. “Kami menargetkan 6.000 nasabah untuk Sequis Online ini di tahun pertama,” lanjutnya.

sequis

 

Sequis Online didesain sedemikan rupa, sehingga calon nasabah menjadi mudah dan cepat dalam mengisi data, membaca syarat dan ketentuan yang dibuat seringkas mungkin, “Karena selama ini, salah satu yang membuat orang malas berasuransi adalah syaat dan ketentuannya yang panjang,” ujar Tatang.

Calon nasabah juga dapat menentukan sendiri jumlah uang pertanggungan dan besarnya premi. Polis disajikan dalam bentuk e-policy. Nasabah juga dapat memilih untuk lebih dari satu produk pada saat yang sama.

Tak hanya nasabah, para pemasar alias agen asuransi ini pun mulai saat ini akan difasilitasi aplikasi mobile yang semakin memudahkan dan mempercepat kerja mereka, yakni Sequis EZ. Aplikasi ini akan mempersingkat proses yang lasim dilalui pemasar asuransi kepada calon nasabah. Tak hanya itu, perusahaan pun mendapatkan benefit efisiensi operasional karena otomatisasi dan alur layanan yang lebih ringkas.

Tatang mengaku untuk masuk ke dalam bisnis online, pihaknya sudah lama menyiapkan dan membangun seluruh infrastruktur pendukungnya, “Setiap tahun kami alokasikan Rp 100 – 150 miliar dari belanja modal untuk biaya pembangunan infrastruktur teknologi informasi,” ujarnya.

Untuk 5 – 10 tahun ke depan pihaknya optimis akan bisa mencapai target perolehan premi mencapai Rp 50 miliar. Tahun 2016 saja, Sequis menargetkan bisa meraup premi lebih dari Rp 3 triliun, memang tidak terlalu jauh dari pencapaian tahun 2015 yakni sebesar Rp 2,9 triliun. “Tumpuan kami bukan di single premi, tetapi di reguler premi, memang kalau dilihat pertumbuhannya seolah tidak signifikan tetapi dalamnya solid,” ungkapnya.

Sequis juga melakukan productivity improvement, salah satunya dengan menggandeng konsultan dari luar. Untuk itu, menurut Tatang, pihaknya menggelontorkan dana investasi hingga US$ 6 miliar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
2015, Bulog Raup Laba Rp 1,6 Triliun

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik, sepanjang tahun lalu, mencatatkan laba sebesar Rp 1,6 triliun pada 2015. Kondisi ini berbanding terbalik...

Close