Siapa Bilang Krisis, Penjualan Mobil Mewah Masih Bergairah

 

Di negeri tercinta ini, anomali selalu terjadi. Di tengah kondisi ekonomi sedang tidak kondusif, ternyata penjualan mobil mewah tetap meriah. Hal itu diakui Roelof Lamberts, Direktur Penjualan dan Pemasaran Mobil Penumpang PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia. Berkat kerja yang ekstra keras, target penjualan berhasil dicapai.

Roelof Lamberts, Sales and Marketing Director Mercedes-Benz Indonesia berpose di showroom Tren Edisi25 2015 Roelof Lamberts, Sales and Marketing Director Mercedes-Benz Indonesia 

Menurut Roelof, pihaknya tidak mengurangi target, melainkan menyiasati pasar dengan cara masuk ke konsep kendaraan yang baru dengan menggarap segmen baru. “Kami menggarap new generation compact cars,” ujarnya. Dengan cara itu, pihaknya meningkatkan penambahan pelanggan baru dengan memenuhi keinginan mereka melalui desain baru yang sesuai dengan gaya hidup saat ini, kendaraan yang sangat dekat dengan apa yang dimaui pasar. Selain itu, pihaknya juga melakukan adjusting sehingga target Mercedes-Benz bisa tercapai.

Hasilnya bisa dilihat. Tahun 2015, di saat kondisi pasar otomotif Indonesia sedang turun, bahkan mendekati angka 18% penurunannya, penjualan Mercedes-Benz Indonesia justru bisa naik di angka tersebut. Seperti pada Oktober 2015, penjualan Mercedes-Benz mencapai 2.764 unit atau naik 18% dibanding periode yang sama di 2014. Bahkan, dengan angka itu Mercedes-Benz mengklaim penguasaan pasarnya nomor satu di segmen mobil premium dengan pagsa pasar 49%. “Saya pikir ini merupakan hal yang sangat fenomenal,” ujar Roelof. Bahkan, fenomena itu terjadi ketika industri lainnya, seperti pertambangan, perkebunan/CPO, bisnis konstruksi, dan properti, sedang turun drastis.

Jodie O’tania, Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia, mengatakan, kondisi pasar mobil premium, meski sangat dipengaruhi kurs mata uang di mana rupiah sedang terpuruk, tidak melemah. Hingga September 2015, segmen mobil premium tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama di 2014. “BMW Group Indonesia mencatat total penjualan 3.443 unit BMW dan Mini,” ujarnya. Kesuksesan penjualann tersebut erat kaitannya dengan sederet inovasi yang dihadirkan BMW, kekuatan merek BMW, dan berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Demikian juga yang dialami Lexus Indonesia. Seperti dikatakan, Adrian Tirtadjaja, General Manager Lexus Indonesia PT Toyota Astra Motor, meski pasar sedang lesu, penjualan Lexus pada Desember 2015 mencapai sekitar 650 unit atau lebih tinggi dari penjualannya pada tahun lalu yang mencapai 620 unit. “Sejak 2007 pertumbuhan penjualan kami mencapai 30% ke atas,” ungkapnya.

Adrian menegaskan bahwa sejak awal Lexus Indonesia didirikan bukan untuk mengejar pangsa pasar. “Kalau mencari market share, sebagai bagian dari TAM untuk penjualan mobil, kami sudah nomor satu secara total di Indonesia. Makanya, kami meyakinkan Lexus di Jepang, kami tujuannya di sini bukan market share atau volume penjualan tinggi,” katanya.

Lexus lebih ditujukan sebagai mobil yang memberi nilai lebih. Lexus masuk ke Indonesia, ingin membuat definisi baru: apa itu luxury competition. “Galeri Lexus di Jalan Proklamasi, Jakarta, tidak seperti showroom mobil. Konsepnya beda. Kami set seperti layaknya art gallery, ada kolam ikan, nunggu service seperti di hotel, ruangan nyaman, suguhan enak, seperti di boutique hotel layanannya,” papar Adrian. Menurutnya, konsep Lexus tersebut membuat orang ternganga, bagaimana Lexus membuat definisi baru dunia otomotif di Indonesia.

Seperti kita ketahui, kebanyakan mobil mewah yang ada di Indonesia diimpor dalam bentuk utuh atau jadi (completely build up/CBU). Nah, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah mobil CBU yang telah terjual di semester I/2015 mencapai 107.448 unit. Jumlah ini tumbuh 15,91% dibanding semester I/2014 yang mencapai 92.692 unit.

Adapun total penjualan mobil mewah pada 2014, masih menurut data Gaikindo, mencapai 9.050 unit. Rinciannya: penjualan Lexus sebanyak 627 unit, Infiniti delapan unit, Mercedes-Benz 3.585 unit, BMW 2.547 unit, Mini Cooper 510 unit, Landrover 205 unit, Audi 346 unit, Jaguar 50 unit, dan Chrysler 1.172 unit. (Reportase: Herning Banirestu dan Syukron Ali)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)