Strategi Branding Sariayu Martha Tilaar dalam Film Wonderful Life

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan ekuitas merek. Salah satunya adalah menggunakan medium film sebagai strategi promosi seperti yang dilakukan oleh Sariayu Martha Tilaar dalam film Wonderful Life. Film yang diangkat dari novel karya Amalia Prabowo ini sejalan dengan gerakan “Be Wonderful Movement” dari Sariayu Martha Tilaar yang fokus memberdayakan kaum perempuan untuk menjadi cantik luar dan dalam.

Bryan Tilaar, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk dan Handoko Hendroyono, produser film Wonderful Life saat gala premier di Plaza Senayan XXI, Jakarta (10/10). Bryan Tilaar, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk dan Handoko Hendroyono, produser film Wonderful Life saat gala premier di Plaza Senayan XXI, Jakarta (10/10).

Bryan Tilaar, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk, menyampaikan bahwa terjadi sinergi antara gerakan yang dicanangkan Sariayu Martha Tilaar dengan cerita yang terkandung dalam film Wonderful Life. “Kami melihat pesan happy parenting yang terkandung dalam film ini bisa dikolaborasikan dengan brand value Sariayu Martha Tilaar,” ujar Bryan saat pemutaran perdana film Wonderful Life di Plaza Senayan XXI, Jakarta (10/10).

Bryan menambahkan,a secara bisnis tujuan Sariayu Martha Tilaar menjalin partnertship dengan Creative & Co dan Visinema Production dalam pembuatan film ini adalah untuk menggaet konsumen baru dari produk Sariayu Martha Tilaar, selain juga menjaga existing customer Sariayu Martha Tilaar. “Film ini menyasar ibu-ibu atau wanita muda yang telah memiliki anak yang sekaligus juga menjadi target konsumen Sariayu Martha Tilaar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Handoko Hendroyono, salah satu produser film Wonderful Life mengatakan bahwa sebuah brand memerlukan kedekatan dengan customer mereka yang dilakukan dengan cara membangun koneksi. “Jika sebuah film dengan konten yang punya concern tertentu, maka itu bisa menjadi pertautan yang baik antara brand dengan film,” ungkap Handoko yang juga merupakan founder Creative & Co.

“Saya kurang setuju dengan istilah sponsorship, tetapi lebih cocok dianggap sebagai kolaborasi atau partnership sehingga brand merasa memiliki konten dari sebuah film dan menjadi sebuah program bersama terkait concern tertentu demi kebaikan masyarakat,” tambah Handoko.

Menurutnya dengan model bisnis seperti ini maka peluang akan semakin besar untuk menciptakan konten-konten yang baik untuk masyarakat dan brand juga akan diuntungkan sehingga tercipta kondisi win-win di antara berbagai pihak.

Di antara konsorsium beberapa perusahaan yakni seperti Creative & Co dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), penyumbang kontribusi budget mayoritas untuk film Wonderful Life adalah Sariayu Martha Tilaar untuk rata-rata film produksi sebuah film di Indonesia yang mencapai Rp 3 – 5 miliar. Adapun untuk product placement yang dilakukan Sariayu Martha Tilaar dalam film Wonderful Life antara lain kosmetik dan personal care yang menonjolkan trend warna 2016 Inspirasi Krakatau.

“Film bisa menjadi semacam etalase yang kuat untuk pemasaran produk. Film sebagai bentuk komunikasi yang jangkanya lebih panjang di banding iklan karena dengan pemutaran selama 2-3 bulan di bioskop, engagement sudah bisa dibangun. Kemudian film akan diputar di televisi beberapa bulan berikutnya dan termasuk keikutsertaan dalam festival film internasional. Ini sebuah siklus yang lama yang minimal bisa mencapai waktu 8 bulan hingga setahun,” kata Handoko.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)