Target Omset Bisnis Bahan Baku Farmasi US$ 1,2 Miliar

Omset bisnis bahan baku farmasi di Indonesia ditargetkan mencapai US$ 1,2 miliar pada 2012. Angka ini lebih besar 1,3 persen dibandingkan omset tahun lalu, yakni US$ 1,14 miliar.

Peningkatan omset bahan baku farmasi ini tidak lepas dari peningkatan permintaan produk farmasi dan obat-obatan. Tahun ini, kebutuhan produk farmasi diperkirakan mencapai US$ 4,9 miliar. Namun demikian, meski kebutuhan terus meningkat, produksi bahan baku farmasi dalam negeri masih minim dikarenakan sektor industri kimia dasar dalam negeri belum bisa memproduksi bahan baku secara efisien.

Kendrari Suhanda, Wakil Sekertaris Jenderal Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GP Farmasi), mengatakan, sektor industri kimia dasar dalam negeri belum bisa memproduksi bahan baku obat secara efisien karena permintaan yang sebesar US$ 4,9 miliar itu hanya 0,4-0,5% dari permintaan obat dunia.

"Jadi kalau bahan bakunya diproduksi di Indonesia dan hanya untuk pasar lokal, maka itu kuang efisien. Kalau kami produksi bahan baku di sini, malah harga obatnya bukannya bertambah murah, malah jadi lebih mahal," ujar Kendrariadi Suhanda, di Gedung Departmen Kesehatan, Jumat (4/5).

Karena GP Farmasi sejauh ini melihat lebih efisien mengimpor bahan baku farmasi dibanding memproduksi sendiri, maka GP Farmasi akan melihat lebih dulu ke depan, yaitu apakah ada peluang untuk mengekspor obat-obatan lokal ke luar negeri.

Sementara itu, GP Farmasi mengatakan untuk pasar obat generik mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari sisi nilai dan volumenya. Indonesia akan mengalami pertumbuhan dua digit, dari 3,7 miliar dolar AS di 2010 menjadi 6,1 miliar dolar pada 2014. (Lila Intana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)