Menanti Migrasi TV Digital

Para Pembicara Talk Show bertema "Televisi Digital Indonesia, Terlambat atau Diperlambat?”

Problematika pergeseran era Analog ke era Digital akan lebih menguntungkan bagi masyarakat ini belum ada habisnya. RUU pun hingga kini belum disahkan. Dalam diskusi bertema "Televisi Digital Indonesia, Terlambat atau Diperlambat?” menyimpulkan penyebaran televisi digital sampai sekarang, terutama di daerah terhitung terlambat.

Demikian isu menarik yang muncul dari acara talkshow digitalisasi televisi Indonesia yang digelar Asuka Digital Car TV didukung oleh Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI).

Menanggapi hal tersebut, Charles Honoris dari Komisi I DPR-RI mengungkapkan, payung hukum mengenai penyiaran ini tidak terlambat tapi agak lambat, namun dipastikan di awal tahun nanti sudah akan diputuskan dalam paripurna. "Jika dikatakan mengapa sangat lambat, jujur hal ini tidak terlepas dari tarik ulur kepentingan stakeholder, namun sekali lagi saya pastikan payung hukumnya akan segera rampung di awal tahun," kata Charles.

Di tengah ketidakpastian ini, banyak pihak pun jadi saling menunggu dan menjadi terhambat. Terhambat baik dari sisi sosialisasi pengedukasian kepada masyarakat, pengembangan usaha kepada pengusaha dalam negeri, maupun industri-industri sekitar yang terkena dampak domino-effect.

Dalam talksow tersebut membahas mengenai keterlambatan Indonesia mengembangkan dan penyebaran televisi digital sampai di daerah. Ini seharusnya bisa digolongkan menjadi isu yang serius bagi pihak pemerintah, karena lebih dari 120 negara telah berhasil melakukan Analog Switch Off (ASO) dan berhasil di negaranya menjadi lebih maju dibidang teknologi pertelevisiannya.

Pokok masalah ini sudah menjalani proses sampai sekitar 10 tahun dan tak kunjung selesai sampai saat ini. Sebenarnya, Apakah yang menjadi hambatan selama ini?

Diani Citra, Staf Ahli dari KemKominfo, menambahkan, dilihat dari segi teknologi dan infrastruktur kita sudah siap. Hanya saja, kita masih menunggu payung hukum yang jelas. Apalagi pemerintah sedang fokus menjadi digital ekonomi terkuat di Asia Tenggara, jika payung hukumnya belum jelas, kita akan kehilangan opportunity.

Apalagi selama ini digitalisasi penyiaran di Indonesia belum banyak diketahui umum. Salah satunya karena kurangnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sebagai contoh, Asuka Car TV, TV Digital mobil terkemuka Indonesia, mengadakan pameran resmi di acara yang terselenggara di Ibukota, pengunjung yang datang masih menanyakan pertanyaan seputar perbedaan antara televisi digital dan analog serta keunggulan bila mereka menggunakan digital.

Erick Limanto, Direktur Utama Asuka Car TV, menambahkan digital TV yang awalnya entertainment sekarang ini sudah berubah menjadi kebutuhan primer. Secara bisnis banyak potensi yang menguntungkan semua pihak pkemerintah,swasta dan masyarakat.

Tentu dari semua itu ada keuntungan dan kerugian yang dihadapi oleh berbagai pihak, salah satu contoh nyatanya adalah berdampak pada pelaku usaha dalam negeri. Dampak menurun atau meningkatnya usaha bagi pelaku bisnis disini juga adalah pengaruh dari hasil keputusan hukum nantinya.

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)