ITS Mencari Solusi Bertransportasi di Era Teknologi

Intelligent Transport System (ITS) Indonesia, bagian dari komunitas global ITS Asia Pacific Forum dan ITS World Congress, organisasi yang bertujuan untuk mendorong pengembangan dan implementasi teknologi di sektor transportasi untuk mewujudkan ekosistem transportasi publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Salah satu inisiatif ITS Indonesia di tahun 2017 adalah menggelar konferensi internasional bertema "ITS Role in Future Mobility" pada 21 November 2017 di The Ice Palace Hall Lotte Shopping Avenue Lantai 4 Kuningan, Jakarta.

Noni Purnomo, President ITS, mengatakan, terselenggaranya ITS Indonesia Internasional Conference 2017 ini, diharapkan para pakar transportasi di Indonesia mendapatkan banyak masukan berkenaan dengan solusi permasalahan transportasi multi dimensi baik dalam bidang urban planning, pembayaran terintegrasi, transportasi ramah lingkungan serta perkembangan teknologi berbasis standar internasional di dalam bidang sistem transportasi cerdas ke depannya.

Menurut Noni, ITS Indonesia adalah suatu lembaga nirlaba dalam kajian transportasi yang beranggotakan para pemangku kepentingan di bidang transportasi baik dari sektor publik dan sektor swasta dan berkontribusi aktif membantu pemerintah di dalam sektor transportasi. ITS Indonesia merupakan bagian dari Global ITS yang bertujuan mengembangkan sektor transportasi secara holistik.

Dalam konferensi ini membahas masalah transportasi yang menjadi urat nadi dan salah satu isu besar di kota-kota besar, terutama di kota metropolitan di Indonesia di Jabodetabek. Dengan jumlah populasi sebesar 31 juta jiwa, tercatat pada tahun 2015 sejumlah 47,5 juta perjalanan yang melintas masuk dan keluar Jakarta setiap hari. Angka tersebut meliputi 18,5 juta sepeda motor, 5,9 juta mobil pribadi serta 512 ribu bus.

Dampak kemacetan yang ditimbulkan dapat secara langsung dirasakan oleh siapapun yang setiap hari melintas di jalanan kota Jakarta. Saat ini kecepatan rata-rata kendaraan di waktu sibuk adalah 10km/jam, senantiasa turun setiap tahun sejak 10 tahun sebelumnya. Kerugian ekonomi yang tercatat sebagai dampak dari kemacetan di Jakarta adalah senilai US$1 miliar tahun 2010 dan diperkirakan akan meningkat menjadi US 6,5 miliar pada 2020 apabila kondisi ini tidak di perbaiki. Hal tersebut belum termasuk angka kecelakaan yang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan, serta dampak polusi yang ditimbulkan dari banyaknya kendaraan yang melintas di jalan raya.

Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa memiliki berbagai tantangan tersendiri. Selain dari tantangan di dalam bidang pemerataan ekonomi, terdapat juga masalah urbanisasi, di mana saat lebih dari 53% penduduk berpindah dari daerah pedesaan menuju ke daerah perkotaan sehingga daerah-daerah perkotaan mengalami masalah di infrastruktur khususnya transportasi.

Masyarakat Transportasi Indonesia di dalam kajiannya, mencatatkan nilai kerugian masyarakat sebesar Rp 150 triliun per tahun di kota Jakarta akibat kemacetan yang ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari biaya bahan bakar kendaraan hingga biaya kesehatan karena polusi udara. Hal ini memberikan sinyal bahaya laten di masa mendatang, jikalau tidak dilakukan penanganan yang tepat dan komprehensif kota Jakarta diprediksi akan mengalami kemacetan total (dead lock) pada tahun 2022, jikalau permasalahan kemacetan tidak segera ditanggulangi.

Berbagai upaya penanganan masalah-masalah transportasi memang telah dilakukan oleh beberapa pemangku kepentingan dan pelaku usaha, tetapi masih bersifat adhoc dan sporadis sehingga masih belum dapat menjawab tantangan secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi kepada ITS yang terus mencari solusi dan terobosan baru dalam bertransportasi. Semuanya tak lepas dari peran teknologi dengan prinsip manajemen strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi transportasi yang terdiri alat angkut (vehicle), pengguna (user), infrastuktur dan sistem komunikasi yang terintegrasi. “Saya berharap ITS terus menerapkan teknologi untuk mendukung pola transpotasi yang aman, nyaman, ramah lingkungan dan mudah bertransaksi sehingga semuanya lebih efisien, inovatif dan bisa dinikmati masyarakat karena pola transportasi yang baik akan membantu pembangungan di negara kita,” kata Budi.

Acara ini juga dihadiri Bambang Susantono, Phd selaku Vice-President for Knowledge Management and Sustainable Development of the Asian Development Bank (ADB) ; Noni Purnomo, President ITS Indonesia; juga pembicara teknologi transportasi dari Asia Pasifik seperti dari ITS Jepang, ITS Taiwan, ITS Australia, ITS Selandia Baru dan ITS Singapura yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan pembelajaran dari negara-negara yang telah menerapkan sistem transportasi cerdas (Intelligent Transport System – ITS) yang nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Indonesia.

 

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)