Merajut Nusantara Pamerkan 40 Kebaya Pernikahan

 

Setelah tahun sebelumnya sukses menggelar fesyen tunggalnya menandai 15 tahun perjalanan karier, Vera Anggraini kembali menghadirkan karyanya di Hotel Raffles Jakarta. Kali ini dengan tema Merajut Nusantara yang menghadirkan ragam cantiknya pernikahan dari Sabang sampai Merauke bersama banyak pekerja  seni profesional lain.

"Merajut Nusantara menjadi wujud kecintaan saya akan budaya pernikahan Indonesia dari Sabang Sampai Merauke yang sangat kaya akan warna, corak, dan tradisi lewat pagelaran busana dan hiasan adat yang penuh variasi," kata wanita kelahiran 25 Oktober 1974 pada konferensi pers (13/08/2018). Di tangan Vera, kebaya bukan sekadar kebaya, tapi memiliki makna menjadi bentuk perwujudan karya seni nan tinggi.

Tidak heran nama Vera sebagai perancang busana khususnya kebaya pernikahan makin moncer. Terlebih hasil karya kebayanya menjadi langganan para pesohor negeri ini. Sebut saja menantu Presiden RI ke-6 SBY yaitu Anissa Pohan,  penyanyi cantik Raisa, lalu Raline Shah, Momo Geisha, Rahayu Saraswatim Sundari Soekotjo, Venessa Angel, Bunga Jelita, hingga putri Presiden RI Joko Widodo yaitu Kahiyang Ayu pelanggan setia rancangan kebayanya.

Menjelang hari jadi Republik Indonesia ke-73, Vera menggandeng budayawan Djaduk Ferianto, fotografer kawakan Darwis Triadi, videografer Wiki Lee, penata rias Irwan Riady, penasihat pakem adat  salah satunya Mamie Hardo  ingin menyajikan sebuah kerja budaya, bukan sekadar menampilkan rancangan kebayanya, tapi karya budaya tradisi pernikahan Indonesia.

"Bisa dibilang ini gelaran pertama kali di Indonesia yang menampilkan budaya pernikahan Indonesia paling lengkap," kata Djaduk.

Setidaknya ada 40 kebaya pernikahan Nusantara dari Aceh sampai Papua karya Vera yang digelar. Bukan hanya itu, pagelaran juga sarat dengan tradisi dan ritual. "Setidaknya empat bulan saya mempersiapkan geralan penuh makna ini, semoga bisa menjadi kado untuk HUT ke-73 Indonesia," tutur wanita lulusan Tata Busana IKIP Medan ini.

Pemilik merek Vera Kebaya ini mengatakan dengan menggandeng rekan-rekan yang profesional di gelaran ini, yang memiliki kecintaan dan inspirasi yang sama pada budaya Indonesia diharapkan dapat menjadi sumbangsih dalam melestarikan dan memajukan budaya bangsa kita.

"Saya mendesain dan menciptakan kebaya yang bisa dikenakan oleh lintas suku dan dapat dipadupadan dengan kain lokal. Saya juga melihat bahwa makin banyak generasi muda sekarang yang ingin mengenakan busana daerah di hari istimewanya. Ini menandakan kebaya menjadi busana yang sangat fleksibel untuk dikenakan dari dulu hingga jaman modern ini," paparnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)