Merek Kereta Sorong Ini Sudah Diekspor ke 60 Negara

Hermansyah Sudarno, ST, MMD, Direktur PT Antara Kusuma

Ketika kurs Rupiah melemah terhadap US$, solusi mengatasi tekanan krisis ini bagi pelaku bisnis adalah dengan menggarap pasar ekspor. Salah satu yang merasakan berkah melonjaknya kurs US$ adalah PT Antara Kusuma dengan merek Artco , produk kereta sorong yang  sudah merambah pasar ke 60 negara. 

Berdiri pada tahun 1989, PT Antara Kusuma (AK) memproduksi alat bantu angkut perkebunan, pertanian, dan konstruksi dengan merek Artco. Kereta sorong menjadi produk AK, dengan berbagai varian yakni Kereta Sorong Artco Merah, Artco Banana Green dan Artco Jumbo. Hermansyah Sudarno, ST, MMD, Direktur PT Antara Kusuma, mengatakan, produk ini memiliki pangsa pasar yang sangat baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Hermansyah menjelaskan ada beberapa kunci strategis yang dikembangkan perusahaan sehingga bisa diterima pasar global. Pertama, AK didukung peralatan mesin produksi yang canggih dan teknologi yang kuat. Kedua meningkatkan inovasi dan rekayasa demi pengembangan berkelanjutan kualitas kontrol. Lalu, yang tak kalah penting manajemen  produksi selalu menjaga kapasitas  dan kualitas produk. 

Tak heran jika banyak penghargaan diraih merek Artco sebagai bagian dari AK sepanjang tahun 2018 ini. Di antaranya awal tahun mendapatkan penghargaan Top Brand Award 2018 secara berturut-turut sejak tahun  2012. Dan baru-baru baru mendapatkan penghargaan Digital Popular Brand Award 2018. Sedangkan tahun 2013 AK telah berhasil meraih REBI (rekor bisnis) sebagai Perusahaan Kereta Sorong terbesar di Indonesia.

"Di dalam negeri sendiri kereta sorong Artco telah berhasil dipasarkan ke seluruh propinsi di Indonesia dan telah banyak dipakai sebagai alat bantu angkut untuk pekerjaaan di perkebunan dan pertanian di seluruh propinsi di Indonesia. Sedangkan untuk pasar luar negeri sendiri, kereta sorong Artco telah diekspor sejak tahun 2000 ke negara United Arab Emirates, Afrika Selatan, Oman, Malaysia dan Eropa. Saat ini kereta soronh yang di ekspor mencapai 20% dari kapasitas total produksi," ungkapnya. 

Lebih lanjut Hermansyah mengungkapkan, penjualan Artco hingga kuartal ke dua tahun 2018 ini bisa dibilang stabil dan sesuai dengan yang telah ditargetkan baik di dalam maupun di luar negeri. “Kami membidik target untuk tahun ini bisa mengalami kenaikan 10-15% baik untuk pasar dalam mau luar negeri," imbuhnya tanpa mau merinci angka penjualannya. Artco diproduksi di Tanjung Morawa, Sumatera Utara dengan luas mencapai 20 rubu meterpersegi. Saat ini pabrik berkonsentrasi untuk pembuatan kereta sorong dengan kapasitas mencapai 8.000 unit per harinya.

"Kami akan terus meningkatkan kapasitas produksi di pabrik karena kedepannya kami akan merambah pasar ke negara baru yakni Brazil dan Meksiko," ungkapnya.  Hernansyah berharap dengan banjirnya produk impor kereta sorong, pemerintah mau memperhatikan produsen lokal seperti AK. “Kami berharap pemerintah mau mengendalikan jumlah import kereta sorong (barang jadi) yang masuk ke Indonesia,” harapnya. Selain itu juga ia berharap mendapat dukungan dalam memperoleh bahan baku impor, jangan mempersulit dengan berbagai aturan impor bahan baku, sedangkan untuk barang jadi justru dipermudah. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)