Optimisme Industri Kawat dan Kabel Indonesia Menyongsong 2018

(Ki-ka) Dr. Basso Datu Makahanap, Certificate Commite Indonesia Iron & Steel Industry Association; Sofianto Wijaya, GM Wakeni; Friedrich Georg Kehrer, Global Portfolio Director Metals and Flow Technologies Mesee Dusseldorf GmbH dan Noval Jamalullail, Chairman Electric Cable Manufacturers Assosiation (Apkabel)

Industri kawat, kabel dan pipa memiliki harapan tinggi di tahun depan mengingat investasi di pasar global akan menggairahkan industri baja di seluruh dunia.

Di Indonesia juga akan terpengaruh oleh meningkatnya kebutuhan serat optik nasional seiring dengan permintaan serat optik terkait pengerjaan proyek nasional seperti proyek Palapa Ring, proyek kabel serat optik bawah laut dan permintaan koneksi koneksi broadband rumah tangga.

“Akan ada fokus yang lebih kuat lagi pada kabel fiber optik. Messe Düsseldorf mengambil langkah ini untuk merespons kenaikan penggunaan kabel fiber optik di sektor energi, konstruksi dan komunikasi,” ujar Friedrich-Georg Kehrer, Global Portfolio Director Messe Dusseldorf di sela seminar yang dihadiri 100 pelaku industri kawat dan kabel Indonesia yang digelar oleh Messe Düsseldorf di Hotel Pullman Jakarta (14/9/2017).

Menurut Georg Kehrer, pihaknya menggelar seminar ini untuk mengajak pelaku industri kawat dan kabel di Indonesia agar hadir dan memanfaatkan pameran Wire & Tube untuk menambah wawasan sekaligus menjalin kerjasama bisnis dengan perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia.

Di seminar tersebut, berbagai informasi terkini perihal industri kawat dan kabel dunia disampaikan oleh para pelaku industri dunia. Seminar diselenggarakan sebagai bagian dari roadshow kampanye pameran Wire and Tube 2018 yang akan diselenggarakan di Düsseldorf Exhibition Centre, Jerman pada tanggal 16 – 20 April 2018.

Selain itu, akan diperlihatkan beberapa contoh inovasi mesin pemrosesan kawat, kabel dan pipa yang akan dipamerkan nanti di pameran Wire & Tube 2018. Strategi bisnis yang fokus pada inovasi, efisiensi produksi dan produktivitas akan dibahas selama seminar berlangsung.

Tahun depan, industri kawat, kabel dan pipa memiliki harapan tinggi. Pasalnya, investasi di pasar global akan menggairahkan industri baja di seluruh dunia. Di Indonesia khususnya juga akan terpengaruh oleh meningkatnya kebutuhan serat optik nasional seiring dengan permintaan serat optik terkait pengerjaan proyek nasional seperti proyek Palapa Ring, proyek kabel serat optik bawah laut dan permintaan koneksi koneksi broadband rumah tangga.

Wire & Tube adalah pameran dagang global untuk gabungan industri kawat, kabel dan pipa. Pameran 3 hari yang digelar oleh Messe Düsseldorf ini akan diikuti oleh lebih dari 2.600 exhibitor yang akan memamerkan inovasi teknologi terkini, mesin-mesin baru serta produk dan layanannya dari sektor industri kawat, kabel dan pipa.

Kedua pameran tersebut akan menampilkan inovasi dan tren mesin-mesin prosesing dan automasi berkinerja tinggi untuk industri kawat, kabel, tabung dan pipa dunia di atas lahan seluas 110.000 m2 yang terdiri atas 15 hall selama 5 hari pameran. Dengan angka-angka yang mengesankan ini, pameran dagang Düsseldorf menjadikan pameran dagang terbesar di sektor kawat, kabel dan pipa.

Para exhibitor yang merupakan perusahaan-perusahaan ternama di dunia untuk industri kawat, kabel, dan pipa diwakili dari negara Italia, Belgia, Prancis, Spanyol, Austria, Belanda, Swiss, Turki, Inggris, Swedia, Jerman, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan, India dan China.

Menurut pengamat Industri dunia, pasar global untuk pipa dan tabung diproyeksikan mencapai 113.800.000 ton pada tahun 2018. Selain itu, pasar global untuk pipa las spiral dan tabung diproyeksikan mencapai 24,6 juta ton pada tahun 2018. Hal ini didorong oleh pemulihan ekonomi, peningkatan aktivitas di sektor energi dan meningkatnya proyek konstruksi pipa.

Laporan industri menunjukkan bahwa kawasan Asia-Pasifik merupakan pasar terbesar di seluruh dunia, terutama didorong oleh peningkatan penggunaan dalam mengangkut gas alam. Peluang bisnis di industri kawat dan kabel di Asia Pasifik diperkirakan memberikan kontribusi sekitar 3% dari produksi kawat dan kabel dunia.

Menurut Ketua Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel), Noval Jamalullail, sebagaimana jaringan fiber optik semakin luas maka kinerja jaringan broadband pun meningkat. Investasi besar untuk melakukan ekspansi dan modernisasi jaringan kabel memberikan keuntungan bagi sektor industri kabel. Pameran Wire & Tube merupakan platform yang ideal bagi pelaku industri di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan produktivitas dan efisiensi sekaligus memperluas bisnis dan jaringan.

Sementara Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA), Hidayat Triseputro, menjelaskan, melalui pameran Wire & Tube, para pelaku industri Indonesia dapat mengakses ke inovasi teknologi terkini di dunia, sekaligus menjalin kerjas ama bisnis dengan perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)