Pameran Smart Dia Lo Gue ke-11 Usung Tema Seni Ilustrasi

Galeri seni Dia Lo Gue kembali mengadakan pameran tahunan Smart Dia Lo Gue pada tanggal 20 Juli hingga 22 Juli 2018. Pameran yang ke-11 ini mengusung tema Reka Rupa Rasa dengan mengangkat seni ilustrasi.

Herman Tanzil, kurator festival dan perwakilan dari galeri seni Dia Lo Gue,mengatakan, pameran Smart pertama kali diselenggarakan tahun 2001 dengan konsep pameran dan art market. Para pengunjung, seniman, dan  galeri bisa saling berdialog satu dengan lainnya.

“Saya melihat saat ini era visual culture sangat menarik di mata masyarakat. Selain itu kami juga ingin mengangkat dan mengedukasi masyarakat tentang seni ilustrasi, sekaligus memberikan ruang untuk para illustrator muda dalam menampilkan dan menjual karyanya,” kata dia saat pembukaan pameran.

Ilutrasi dan seni, menurutnya, saat ini sudah semakin tidak ada batasan. Sehingga karya yang dipamerkan disini tidak hanya sebatas ilustrasi saja, tapi juga seni rupa. “Intinya dari konvensional sampai pop art ada semua disini. Kita kadang tidak sadar, seni ilustrasi ada di dalam aktivitas kita sehari-hari. Misalnya ada di dalam film, di baju, hingga packaging produk. Jadi bukan hanya ada di barang-barang seni saja, namun juga di kehidupan kita sehari-hari,” kata dia menjelaskan.

Pameran yang diselenggarakan di bilangan Jakarta Selatan ini diikuti oleh 3 ilustrator international seperti, Koichiro Kashima dari Jepang, Ye Ji yun dari Korea, dan Nuttapong Daovichitr dari Thailand, serta 10 ilustrator lokal maupun studio. Sebut saja Percolate Galactic, Caravan Studio, Lala Bohang, Sandy Lee, Kendra Paramita, Debbie Tea, Wanara Studio, Kendra Ahimsa, Citra Marina, Mulie Addlecoat. Selain itu ditampilkan pula perjalanan ilustrasi Indonesia dari tahun-tahun kemerdekaan sampai 2000-an yang dikerjakan oleh Heimlo Studio, dan wall of fame yang menampilkan sejumlah karya penting maestro dan ilustrator muda terbaik Indonesia, seperti Pak Raden, Mice, sampai ke Emte dan Mayumi Haryoto.

Herman menambahkan, Dia Lo Gue merupakan sebuah galeri seni yang ditujukan bukan untuk kalangan tertentu. Sehingga dia menargetkan untuk menarik sebanyak-banyaknya pengunjung dari berbagai kalangan. “Galeri ini ditujukan untuk masyarakat luas, karena tujuannya bukan hanya jualan. Tapi juga mengedukasi masyarakat. Makanya, kami juga banyak mengundang seniman-seniman muda, karena kita bukan 100% komersial,” ujarnya. Dia berharap festival ini dapat mengajak publik untuk merayakan dan menikmati kekayan bentuk ilustratif  dengan menampilkan proses berpikir dan eksperimen estetika.

Sebelumnya, smArt Dia Lo Gue mengusung tema tematik seperti arsitek, dimana mencakup fashion dan state design. Ke depan, Hermawan membocorkan, smArt 2019 akan mengusung tema desain grafis.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)