Penggunaan Sedotan Plastik di KFC Indonesia Turun Hingga 91%

KFC Indonesia  mengajak konsumennya untuk bergaya hidup ramah lingkungan. Bertepatan dengan hari jadi ke-40 tahun serta merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, jaringan resto siap saji itu menghadirkan paket eksklusif sedotan stainless edisi ulang tahun. Sedotan tersebut dikemas dalam sebuah pouch khusus bertema natural yang berisi tiga jenis sedotan dan satu sikat pembersih.

General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk, Hendra Yuniarto, mengatakan, KFC Indonesia sudah sejak dua tahun lalu sudah mengajak konsumen untuk mengurangi pemakaian sedotan plastik melalui program No Straw Movement. Ia mengklaim KFC Indonesia sebagai restoran cepat saji pertama yang berkomitmen untuk tidak lagi menyediakan dispenser sedotan plastik sekali pakai di seluruh gerainya.

“Kami melihat bahwa masyarakat Indonesia kini semakin sadar akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai termasuk sedotan plastik,” katanya dalam keterangan pers.

Menurut Hendra, aksi No Straw Movement yang telah dilakukan sejak Mei 2017 lalu itu telah berdampak nyata. Dari enam gerai pertamanya sudah berhasil mengurangi penggunaan sedotan plastik hingga 28%. Selanjutnya, di akhir 2017 program ini dilebarkan ke 250 gerai di Jabodetabek dan telah berhasil mengurangi penggunaan sedotan hingga 46% di setiap gerainya atau meningkat hampir 65%. Dan pada akhir 2018 lalu, program tersebut diterapkan ke seluruh 690 gerai KFC sehingga penggunaan sedotan plastik di KFC Indonesia turun hingga 91%.

Selain menghadirkan sedotan stainless, komitmen KFC dalam menjaga lingkungan juga dilakukan melalui gerakan Budaya Beberes dan menjalankan program pengelolaan sampah. Gerakan Budaya Beberes mengajak konsumen KFC agar senantiasa membereskan setiap sisa makanannya di manapun, tidak hanya di restoran KFC, lalu membuangnya ke tempat sampah.

KFC pun melakukan dukungan terhadap pelaksanaan Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS). Kegiatan tahunan Divers Clean Action (DCA) ini bertujuan untuk mempertemukan anak-anak muda Indonesia, dimana mereka akan mendiskusikan dan mengadakan aksi terkait marine debris atau sampah laut.

“Kami telah mendukung DCA pada kegiatan serupa sebelumnya dan sangat kagum dengan ide-ide anak muda untuk menciptakan solusi permasalahan sampah laut. Kami yakin IYMDS tahun ini dapat kembali menciptakan bibit-bibit penggiat lingkungan yang muda dan berbakat untuk menjaga kelestarian lingkungan negeri kita,” tambah Hendra.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)