Penjualan Sukuk Tabungan Seri ST-002 Investree Capai Rp65 Miliar

Tim Investree bersama para lender dan perwakilan Direktorat Pembiayaan Syariah - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko  Kemenkeu. (dok. Investree)

PT Investree Radhika Jaya (Investree) sebagai salah satu mitra distribusi penjualan sukuk tabungan seri ST-002 yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan mengumumkan realisasi penjualan sebesar Rp 65 miliar, atau meningkat dua kali lipat dari target awal yaitu Rp 30 miliar. Hingga penutupan masa penawaran kemarin, tercatat sebanyak 690 pemesanan ST-002 yang dilakukan oleh 552 investor melalui platform Investree.

Adrian Gunadi, CEO & Co-Founder Investree, mengatakan, "Kami bersyukur dengan capaian hasil positif dan melampaui target awal penjualan ST-002 hingga 216% karena nantinya dana investasi ST-002 ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan negara.”

Selama masa penawaran ST-002, 1-22 November 2018, data yang tercatat oleh Investree sebagai marketplace lending di Indonesia menunjukkan bahwa investor ST-002 di Investree didominasi oleh generasi muda dengan usia kisaran 21-35 tahun. Selain karena sosialisasi yang dilakukan pemerintah, ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi ini juga didukung oleh adanya perubahan cara pemesanan dari manual menjadi 100% online, sehingga dapat menjangkau masyarakat secara luas dengan penggunaan teknologi sebagai upaya dalam mewujudkan keuangan inklusif.

Dari segi angka, tercatat bahwa rata-rata jumlah investasi oleh satu orang investor di ST-002 Investree adalah sebesar Rp 117 juta. Sementara dari segi wilayah pembelian, sebaran area asal investor mayoritas masih didominasi oleh Jabodetabek dan Pulau Jawa lainnya, namun ada pula daerah-daerah seperti di Sumatera (DI Aceh, Sumbagut, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan), Kalimantan, Sulawesi, bahkan hingga Tomohon dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, yang melakukan pembelian ST-002 karena kemudahan aksesnya melalui online. Hal ini menguatkan keunggulan akses pembelian ST-002 secara online di mana instrumennya dapat dijangkau dan dimanfaatkan oleh masyarakat terluar dan terpencil sekali pun.

“Melalui platform Investree, antusiasme generasi muda terhadap pembelian ST-002 semakin tinggi karena pemesanan 100% online, sehingga tujuan kami bersama dengan Kemenkeu untuk mengajak generasi muda berinvestasi juga tercapai. Hal ini merupakan bentuk nyata dari sinergi yang terjadi antara industri teknologi finansial dengan pemerintah” tambah Adrian.

Sebagai instrumen Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN), seri ST-002 telah dinyatakan sesuai Syariah oleh Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia, di mana surat berharga tersebut tidak melibatkan unsur perhitungan bunga (riba), unsur judi (maisyir), unsur penipuan (gharah), dan tidak mendatangkan kerugian kepada orang lain (mudharat). ST-002 memiliki tingkat imbalan 8,30% p.a. dengan tenor 2 tahun dan minimal pemesanan yang terjangkau yaitu R 1 juta.

“Kami berharap dapat terus menjadi mitra distribusi untuk penjualan surat utang lainnya dan bersama-sama menumbuhkan semangat berinvestasi di Indonesia khususnya bagi generasi muda demi meningkatkan kemajuan ekonomi negara” ungkap Adrian.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)