Peran Blockchain Velas dalam Ekonomi Masa Depan

World Economic Forum (WEF) mencatat bahwa teknologi blockchain memainkan peran penting dalam peningkatan program Sustainable Development Goals (SDG). Teknologi blockchain Velas asal Swiss bergerak lincah demi menjawab tantangan ekonomi masa depan

Menurut WEF blockchain memainkan peran penting untuk masa depan dunia, yakni membangun rantai pasokan (supply chain) barang yang tangguh dan transparan, membentuk lembaga publik yang lebih kuat dan akuntabel serta memacu sumber dan konsumsi yang bisa lebih dipertanggungjawabkan.

Saat ini blockchain membentuk industrinya sendiri dan semakin matang, menyelaraskan dengan permintaan pasar termasuk dari bisnis tradisional. Komponen jumlah, kecepatan dan biaya transaksi mendapatkan perhatian khusus agar lebih bisa diterima di sektor bisnis.

Blockchain Velas, yang beraset kripto VLX, adalah satu dari ribuan penyedia public blockchain di dunia yang lebih fokus soal itu, sembari menambahkan beragam fitur di dalamnya.

"Kendati blockchain bersifat desentralistik, masa depan teknologi ini harus bisa menjawab tantangam soal kecepatan dan interkoneksi dengan blockchain lain. Tidak bisa terkotak-kotak dengan keunggulannya masing-masing. Hanya dengan cara itulah blockchain bisa diterima di sektor bisnis tradisional. Karena itu pula Velas sudah membantu meningkatkan kemampuan Solana codebase dan mendukung Ethereum Virtual Machine (EVM)," kata Alex Alexandrov, CEO Velas dalam keterangannya tertulisnya hari ini (18/1/2021).

Kemampuan Solana codebase yang meningkat dan dipadukan dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) di blockchain Velas, memungkinkan Velas untuk mendukung aplikasi desentralisastik (dApp) Ethereum, karena mendukung smart contract berbasis Solidity.

“Kelak, blockchain Velas bisa menangani lebih dari 50 ribu transaksi per detik. Sedangkan saat ini sekitar 30 ribu transaksi per detik. Sebagai perbandingan, VisaNet sekitar 65 ribu transaksi per detik," ujar Alexandrov.

Menurutnya, jejaring media sosial menyatukan miliaran pengguna dan menyimpan ratusan petabyte data. Namun data pengguna kerap disalahgunakan, “disulap” menjadi keuntungan perusahaan-perusahaan media sosial dengan cara menjualnya kepada pemasang iklan.

Terkait itu, tim Velas saat ini sedang mengembangkan fungsi Telegram agar bisa dipadukan dengan blockchain, sehingga sifat desentralistik media sosial ternama itu bisa dimunculkan. Fungsi itu kelak bisa dinikmati melalui aplikasi, disebut BitOrbit, yang bisa dibuka di ponsel. BitOrbit adalah bagian dari program Web 3.0 oleh Velas yang menitikberatkan pada karakter aplikasi yang desentralistik. Ke dalam BitOrbit akan disemat sejumlah fungsi, di antaranya dompet aset kripto, chat group, video feed, sinkronisasi data dan daftar nomor kontak.

Bertenaga blockchain, aplikasi itu memungkinkan pengguna media sosial memiliki kendali penuh terhadap privasi datanya, lebih anonim, sembari memberikan manfaat langsung secara terbuka. “Misalnya untuk bagian sinkronisasi data dan daftar kontak. BitOrbit memungkinkan pengguna tak lagi wajib untuk mengundang teman-temannya ke obrolan baru, berdasarkan daftar nomor kontak di ponselnya. Pengguna BitOrbit mendapatkan akses ke data dan daftar kontak yang biasa dia gunakan untuk berinteraksi,” sebut Alexandrov.

Untuk fitur baru di aplikasi Symblox apa saja? Symblox adalah aplikasi desentralistik untuk sektor decentralized finance (DeFi) yang berjalan di blockchain Velas.  Fitur terbaru yang diperkenalkan belum lama ini adalah PVLX (Pooled VLX). Pengguna bisa menggunakannya untuk mempertaruhkan aset kripto VLX ke dalam liquidity pool, sama seperti mempertaruhkan Velas Masternode.

“Dibuat menggunakan smart contract, PVLX akan memberi  pengguna PVLX sebagai imbalan. Dengan melakukan ini, pengguna otomatis memenuhi syarat untuk No-Loss Lotto kami. Pemenang undian dipilih secara acak setiap hari. Selain itu, penggunadapat menarik VLX kapan saja tanpa risiko,” sebut CH Egan, Marketing Executive Symblox.

Fitur Symblox lainnya yang sedang dikebut adalah decentralized exchange (DEX) sekaligus bermanfaat untuk yield farming (agunan aset kripto), crosschain asset (alih aset kripto beda blockchain), vote untuk memberikan suara menggunakan aset kripto Symblox (SYX) demi pengembangan ekosistem Symblox ke depan.

Blockchain Velas menggunakan mekanisme konsensus inovatif dan unik, yang mereka sebut sebagai Artificial Intuition-Delegated Proof of Stake (AIDPOS).  Dikembangkan sejak tahun 2019, oleh startup Velas yang bermarkas di Swiss. Velas didirikan oleh Alex Alexandrov, yang juga pendiri CoinPayments.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)