Percepatan Tiada Henti dari Jasa Marga

Sumber foto: market.bisnis.com

Dengan keberhasilan mengelola dan mengoperasikan jalan tol sepanjang 593 km yang ada di Indonesia, PT Jasa Marga berencana akan terus menambah konsensi jalan tol hingga total 1.260 km. Proyek tol baru yang sedang berlangsung, ditargetkan selesai pada tahun 2019.

Upaya percepatan dan perluasan pembangunan jalan tol ini menjadi visi dan misi berkelanjutan Jasa Marga untuk tetap menjadi pemimpin industri jalan tol di Indonesia yang terpercaya dan handal. Pada tahun 2016, Jasa Marga berhasil membukukan total aset sebesar Rp53,5 triliun, meningkat sebesar 45,7% dari tahun 2015 sebesar Rp 36,7 triliun. Menurut Direktur Operasional II PT Jasa Marga, Subakti Syukur, pertumbuhan aset yang signifikan tersebut merupakan cerminan dari semakin meningkatnya aktivitas konstruksi perusahaan dalam pembangunan jalan tol baru.

Selain itu, Jasa Marga berupaya menambah Gerbang Tol Otomatis (GTO) dan meningkatkan aksesibilitas transaksi e-payment dari berbagai jenis bank. Bagi Subakti, ini berdampak positif terhadap peningkatan penggunaan e-toll card dari sebelumnya 15,25% dari total volume transaksi pada tahun 2015 menjadi 24,20% pada tahun 2016. “Hal ini selain meningkatkan pelayanan transaksi juga sebagai upaya untuk mengendalikan beban usaha perusahaan, selain penyederhanaan sistem transaksi yang telah dilakukan,” jelasnya.

Jasa Marga juga berhasil membukukan laba bersihnya sebesar Rp1,89 triliun atau meningkatkan sebesar 28,8% dari tahun 2015 sebesar Rp1,47 triliun. Pencapaian laba bersih ini didukung oleh pencapaian Pendapatan Tol dan Usaha Lain sebesar Rp8,83 triliun atau tumbuh 15,7% dibandingkan tahun 2015 yaitu sebesar Rp 7,63 triliun. “Pencapaian laba bersih juga didukung oleh upaya pengendalian beban usaha yang tercermin dari pencapaian EBITDA Margin sebesar 59,2% yang meningkat dari tahun 2015, mencapai 56,2%,” tambah Subakti.

Kegiatan usaha utama Jasa Marga antara lain melakukan perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol. Selain itu Jasa Marga juga mengelola lahan di ruang milik jalan tol (Rumijatol) dan lahan yang berbatasan dengan Rumijatol sebagai tempat istirahat dan pelayanan, lengkap dengan fasilitas-fasilitas dan usaha lainnya. Kontribusi usaha lain terhadap pendapatan perusahaan memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap total pendapatan tol dan usaha lainnya. Perolehan Pendapatan Usaha Lain juga meningkat sebesar 77,7% atau dari Rp509 miliar menjadi Rp905 miliar pada tahun 2016.

Menjawab upaya pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur, Jasa Marga optimistis dengan mencanangkan hak konsesi 2.000 km jalan tol dan mengoperasikan 1.260 km jalan tol dengan nilai aset sebesar Rp 112 triliun pada tahun 2019. “Pada tahun 2017, Jasa Marga akan mengoperasikan jalan tol sepanjang 210 km yang berasal dari 6 ruas tol baru yaitu Jalan Tol Semarang-Solo (Bawen-Salatiga) sepanjang 17,50 km, Surabaya-Mojokerto (Sepanjang-Krian) sepanjang 15,50 km, Gempol-Pasuruan sepanjang 20,5 km, Medan- Kualanamu-Tebing Tinggi (Perbarakan-Sei Rampah) sepanjang 41,69 km, Solo Ngawi sepanjang 90,25 km dan Ngawi-Kertosono (Ngawi-Caruban) sepanjang 25 km,” ungkapnya.

Bagi Jasa Marga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat akan mempengaruhi volume lalu lintas transaksi. Tahun 2017, Jasa Marga menargetkan pertumbuhan volume lalu lintas transaksi sebesar 2%. Dari sisi pelayanan operasional, peningkatkan proses integrasi pengoperasian jalan tol kepada pengguna semakin ditingkatkan, seperti jalan tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak serta akan dilakukan juga Perubahan Sistem Transaksi di Jalan Tol Jagorawi.

 

Reportase: Akbar Kemas

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)