Management Trends

PermataBank Berdayakan Kaum Disabilitas Jadi Karyawan

PermataBank Berdayakan Kaum Disabilitas Jadi Karyawan

PermataBank melalui program PermataHati CSR bekerja sama dengan Thisable, Precious One dan mitra lainnya memberikan dukungan yang lebih konkrit bagi komunitas penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Program berkelanjutan yang diberi nama “PermataBRAVE People with Disabilities (PWD) Empowerment Program” ditujukan untuk menyiapkan penyandang disabilitas dalam menjalankan kehidupan yang lebih mandiri.

Richele Maramis, Head of Corporate Affairs PermataBank mengatakan, program ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan terhadap pengembangan potensi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan tanggung jawab sosial untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) no.4 Pendidikan Berkualitas, no.8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan no.10 Berkurangnya Kesenjangan.

Selain itu, diharapkan dapat membantu pemerintah memenuhi amanat Undang Undang No. 8 Tahun 2016 dimana sektor privat wajib untuk mempekerjakan penyandang disabilitas paling sedikit 1% dari jumlah pegawai.

“Kami percaya bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama dan harus mendapat kesempatan untuk bersaing baik di sektor profesional maupun kewirausahaan. Melalui program ini, kami membuka akses dan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan, edukasi literasi keuangan, bimbingan kewirausahaan serta peluang kerja,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (10/09/2021).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, tahun ini, PermataBRAVE kembali hadir dengan program baru yang diharapkan dapat lebih mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing peserta program. Sehingga nantinya teman-teman penyandang disabilitas dapat mandiri secara ekonomi serta siap terjun ke dunia kerja dan usaha.

Nora Kartika Setyaningrum, Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kementerian Ketenagakerjaan RI mengatakan, tingkat pekerjaan yang diterima penyandang disabilitas di sektor formal masih tergolong rendah. Untuk itu, Kemenaker mengimbau agar seluruh pelaku usaha semakin terbuka dan memberikan akses kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas. Adanya program ini diharapkan akan semakin banyak penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat lain dalam hal ketenagakerjaan.

Senada dengan Nora, Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial mengatakan, masalah yang saat ini masih dihadapi oleh masyarakat berkebutuhan adalah kuota lapangan pekerjaan untuk mereka. Dengan terbatasnya lapangan pekerjaan tersebut, hal ini memicu terus meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia dan salah satu cara bagi penyandang disabilitas untuk menghasilkan pendapatan adalah dengan meningkatkan potensi diri dan menjadi wirausahawan.

“Untuk mendukung hal itu, perlu adanya kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta dalam memberikan akses yang terbuka terhadap penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan,” ujar Angkie.

Hingga saat ini, melalui PermataBRAVE, PermataBank terus mendukung komunitas penyandang disabilitas Indonesia berupa akses pendidikan, edukasi keuangan, bantuan finansial sebagai modal usaha, alat bantu disabilitas, serta beasiswa. Program ini juga telah menjangkau lebih dari 5.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam kebutuhan dan latar belakang.

Adapun program-program di dalam PermataBRAVE adalah pertama, PermataBRAVE Hub merupakan kerja sama antara PermataHati CSR dengan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD), sebuah balai di bawah naungan Kementerian Sosial yang menaungi dan memberikan pelatihan vokasional kepada penyandang disabilitas untuk kesiapan kerja mereka.

PermataHati bersama Perbanas Institute membuat modul dan menggelar berbagai kelas edukasi keuangan yang terdiri dari materi pengelolaan finansial hingga dasar-dasar investasi. PermataBank juga membuka kesempatan bagi lulusan pelatihan di BBRVPD yang tertarik untuk melakukan praktik kerja (magang) di PermataBank sesuai dengan minat dan kemampuan mereka masing-masing dengan peluang untuk menjadi karyawan PermataBank.

Kedua Businesses Initiatives, unit bisnis PermataBank Syariah bekerja sama dengan Yayasan Yatim Mandiri berdayakan UMKM Difabel Dhuafa dengan 49 penerima manfaat yang tersebar di beberapa kota: Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Jombang, Madiun, dan Jogjakarta. Selain itu, unit bisnis Retail Banking PermataBank juga membantu digitalisasi UMKM disabilitas dengan berbagai sosialisasi, pelatihan serta akses terhadap fasilitas pembayaran cashless PermataQR.

Ketiga PWD Empowerment Program, suatu program pemberdayaan dengan tujuan mengembangkan dan meningkatkan usaha kecil penyandang disabilitas. Program yang dimulai di wilayah Jakarta dan sekitarnya ini menggandeng Precious One, yayasan sosial pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di sektor kerajinan tangan. Program tersebut melibatkan sejumlah mentor dan tenaga ahli di bidang pemasaran, sales, desain produk serta motivator.

Mereka memberikan kelas training serta intensif memberikan bimbingan selama tiga bulan guna memoles usaha yang selama ini sudah dijalankan agar dapat meningkat dan mampu bersaing di pasar. Teknik yang diberikan dengan memberikan contoh langsung dan praktik melalui pengajaran secara daring. PermataBank turut memberikan support berupa kelas fotografi untuk kebutuhan pemasaran melalui sosial media serta tambahan modal usaha bagi mereka yang mendapatkan prestasi penilaian tiga besar di akhir program.

“Kami berharap dapat membangun semangat para penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan potensi dan semangat mereka dalam mewujudkan impian mereka. PermataBank percaya bahwa melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, kesetaraan terhadap penyandang disabilitas akan segera terwujud,” tutur Richele.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved