Promag yang Ramah Inovasi dan Edukasi

Evolusi manusia diiringi pula evolusi teknologi di dunia ini. Adanya perkembangan teknologi dapat lebih menyesuaikan gaya hidup masyarakat yang juga mengalami perubahan. Premis ini yang diyakini Feni Herawati dalam menjalankan bisnisnya di Kalbe Farma untuk brand Promag.

Padatnya aktivitas manusia di kota besar dalam penggunaan medium digital dilirik Promag dalam menarik pasar melalui model marketing yang sesuai dengan perubahan tren. Menurut perempuan yang menjabat sebagai Deputy Marketing Director PT Kalbe Farma Tbk. ini, medium digital dapat lebih menjangkau masyarakat dalam konteks edukasi. “Walaupun banyak yang mengerti mengenai sakit maag dan brand Promag, tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang salah pengertian. Menurut kami, medium digital sangat tepat sebagai platform edukasi yang mendalam seputar kesehatan lambung yang dialami banyak masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Bagi Feni, konsisten mengedukasi konsumen sangatlah penting. Menurutnya, edukasi merupakan kunci utama untuk produk kesehatan, terutama produk OTC (Over The Counter) bagi masyarakat Indonesia yang melakukan self medication tanpa dibantu medis. Peminum Promag mulai dari anak muda hingga usia lanjut. Menyasar market muda, Promag menggunkan platform digital. Sedangkan untuk mereka yang berusia lanjut masih menggunakan medium televisi, radio, cetak, dan brand activation. “Tentunya cara yang paling efektif untuk menjangkau masing-masing segmen adalah cara konvesional dan digital. Sehingga kami saat ini menggunakan dua cara promosi itu,” tambahnya.

Promag juga melakukan inovasi dalam hal produk sesuai dengan kemauan konsumen. Beberapa varian produk yaitu Promag Double Action diciptakan untuk orang-orang yang membutuhkan dosis ekstra. Promag dalam bentuk cair sekali minum dalam kemasan sekali minum yang praktis. “Total kami memiliki empat varian, yaitu Promag tablet, cair, rasa anggur dan Promag Double Action. Untuk penjualan terbesar hingga saat ini masih Promag tablet karena produk telah melegenda dan tersedia dimana-mana,” ungkap Feni. Varian produk rasa buah menyasar kaum milenial dengan strategi pemasaran sampling dan roadshow ke kampus dengan melakukan edukasi mengenai kesehatan lambung.

Kualitas produk terus dijaga oleh Promag dari segi mutu dan formulasi. Bahkan Promag memperhatikan segi kemasan agar tampak bagus, aman dan terjaga. Selain bergerak melalui social media, Promag juga melakukan investasi digital untuk SEO (Search Engine Optimization) pada Google seputar informasi lambung dan maag. “Untuk pengelola tim digital, kami memiliki tim dan dibantu juga oleh agency. Selain itu Promag juga melakukan talkshow yang membahas kesehatan,” ujarnya. Saat ini, brand Promag telah menguasai pasar domestik dengan market share yang dominan yaitu diatas 80% dan pendistribusian dari Sabang hingga Marauke. Untuk ekspor, Promag sedang melakukan penjajakan.

Pertumbuhan penjualan Promag yang berada di atas rata-rata pasar OTC ini ditengarai semakin banyaknya penyakit maag yang di derita karena pengaruh gaya hidup, stress, waktu makan yang tidak teratur, makanan dan minuman yang potensial memicu sakit maag. “Pertumbuhan penjualan saat ini sekitar 8% tahun dengan kapasitas produksi sekitar 2 miliar tablet. Dua varian produk terbaru dalam waktu dekat ini akan diluncurkan dan target penjualan di tahun 2017 dapat mempertahankan growth level yang sudah telah capai,” ungkapnya.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)