Sampoerna Dorong Kapasitas Pelaku UKM untuk Optimalkan Pariwisata

PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) bekerjasama dengan Yayasan Business and Export Develoment Organization (Bedo) melakukan program "TREND" (Tourism Based Retail Entrepreneur Develoment) untuk memaksimalkan potensi sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah-daerah pariwisata.

Ada tiga kabupaten di Bali yang menjadi sasaran yakni Kabupaten Karangasem, Tabanan dan Bangli, dengan masing-masing 20 UKM dan 10 mitra retail untuk dibina dan memperkuat produk pariwisisata yang ada di masing-masing daerah.

"Program TREND di Tabanan diimplementasikan dengan mengintegrasikan 30 pelaku UKM anggota Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan 30 mitra peretail tradisional Sampoerna Retail Community (SRC) dengan tujuan agar seluruh pihak secara bersama-sama mendapatkan dampak yang positif, seperti peningkatan taraf perekonomian, peningkatan kualitas produk atau jasa, dan memperkuat jejaring pasar," ujar Indra Refipal, Manajer Hubungan Pemangku Kepentingan dan Fasilitas CSR Sampoerna saat ditemui pameran UKM di Tabanan, Bali, Kamis (29/11/2018) sore.

Dalam pelatihan, Sampoerna tidak memberikan bantuan modal berupa yang tapi melatih para peserta tentang bagaimana meningkatkan kualitas produk, proses packing, membuka jaringan pasar dan lain-lain sesuai bidang usaha masing-masing.

Indra juga mengatakan, salah satu cara mewujudkan komitmen pemberdayaan UKM tersebut adalah dengan melibatkan pelaku UKM binaan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pameran. Seperti yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Tabanan ke-525. "Di sini, para binaan akan memperkenalkan produk-produk andalannya sekaligus memahami kebutuhan pasar," imbuhnya.

Kegiatan ini menurut Indra merupakan rangkaian acara menuju SETC Expo, acara tahunan bagi pelaku UKM binaan SETC yang akan diselenggarakan di Denpasar 15-16 Desember 2018 yang bertema 'New Era Entrepreneurship'.

Wakil Bupati Tabanan Komang Sanjaya, mengatakan pihaknya memiliki komitmen penuh untuk mendorong sektor UKM agar lebih unggul dan mampu berdaya di tengah persaingan modern. Menurut Sanjaya, jika UKM berkembang, maka perekonomian daerah akan mengalami kemajuan, pajak daerah mengalami peningkatan, dan angka pengangguran akan berkurang.

Saat ini, Tabanan terdapat kurang lebih 39.000 UKM yang bergerak di bidang usaha seperti jasa, produk makanan dan minuman, sandang, dan kerajinan. Sektor UKM menyumbang laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 5,38 persen pada 2017.

Selain itu, Tabanan juga memiliki 1.500 peretail tradisional berbentuk warung dan toko yang juga turut memegang peran ekonomi.

"Kesuksesan pembangunan di Kabupaten Tabanan tidak hanya bergantung pada hasil kerja keras pemerintah saja, namun tentunya dengan sinergi bersama berbagai pihak, termasuk pelaku usaha seperti Sampoerna yang memiliki program pendampingan dan pelatihan berkelanjutan," ujar Sanjaya seraya menambahkan,

"Kami sangat menghargai upaya Sampoerna dalam merangkul pelaku UKM di Kabupaten Tabanan melalui program Trend. Program ini berhasil memadukan dua sektor yang memiliki peran penting dalam membangun kabupaten ini, yaitu sektor UKM dan pariwisata”.

Jeff Kristianto Iskandarsjah selaku Manajer Program Bedo, menyatakan bahwa pembinaan program Trend yang dilakukan antara lain adalah pelatihan pengelolaan toko retail, trainer of trainers, pelatihan pemasaran digital, pendampingan pengembangan produk lokal, hingga dukungan pengembangan teknologi.

”Usai pembinaan, kelak poduk khas dari anggota SETC Sampoerna ini dipasarkan di area "Teras Oleh-Oleh" pada toko-toko retail tradisional anggota SRC yang sudah dibenahi. Kami ingin kolaborasi antar pelaku UKM ini semakin mendorong semangat kewirausahaan dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki".

Diharapkan pula nantinya dengan menjual berbagai produk khas toko mereka dapat menjual produk yang lebih beragam, terlihat lebih menarik untuk konsumen maupun wisatawan, sehingga mampu bersaing dengan retailer modern.

Keseluruhan program pemberdayaan UKM berkelanjutan ini dilaksanakan di bawah payung program 'Sampoerna untuk Indonesia'. Hingga saat ini, SETC telah menjangkau lebih dari 40.000 wirausahawan di bidang agrobisnis dan teknologi kejuruan tepat guna di 79 kota dan kabupaten di Indonesia dan SRC telah menjangkau lebih dari 60.000 mitra retail tradisional di 34 provinsi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)