Squline Gandeng Atma Jaya Kembangkan Pembelajaran Bahasa Inggris Online

Tomy Yunus, CEO Squline

 

Untuk bersaing di era globalisasi kemampuan berbahasa asing mutlak diperlukan. Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, pola belajar pun perlahan-lahan mulai berubah, dari yang semula face to face, kini mulai beranjak ke e-learning. Di Indonesia, tingkat kebutuhan pendidikan berbasis online atau e-Iearning semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut data eIearningindustry.com, industri pendidikan online (e-learning) di Indonesia menempati urutan ke-8 di seluruh dunia berdasarkan jumlah permintaan market e-learning.

Hal inilah yang menggugah Squline untuk menjalin kerjasama dengan Pusat Pengkajian Bahasa (PPB) Atma Jaya dalam hal pengembangan kurikulum Bahasa Inggris untuk dipadukan dengan metode belajar secara online. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan sistem belajar guna memenuhi standar internasional.

Menurut Tomy Yunus, CEO Squline mengamati pola pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia yang berjalan saat ini, banyak lembaga kursus Bahasa Inggris yang masih mengutamakan penguasaan tata bahasa daripada ketrampilan untuk berkomunikasi. Akibatnya materi belajar dirasa kurang relevan dengan kondisi atau kebutuhan Bahasa Inggris saat ini. “Kerjasama PPB Atma Jaya dengan Squline berfokus pada pembuatan kurikulum yang up to date yang disesuaikan dengan relevansi kehidupan sehari-hari," ujar Tomy.

Selain itu, akan menyediakan kurikulum dan materi belajar yang dievaluasi ataupun diperbaharui setiap enam bulan sekali. Dan, materi belajar Bahasa Inggris akan diadopsi ke platform Learning Management System (LMS) milik Squline.

Menurut Katharina Endriati Sukamto, Kepala PPB Atma Jaya, dengan kerjasama ini, sistem dan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia menjadi lebih baik dan lebih memberi manfaat positif bagi para pembelajar Bahasa Inggris. "Kami setuju bekerja sama dengan Squline untuk meluncurkan sebuah kurikulum Bahasa Inggris yang mudah diakses dan dipelajari oleh siswa-siswi di Tanah Air," ujar Katharina.

Squline merupakan platform yang menghubungkan siswa dengan guru profesional untuk belajar bahasa asing (Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Jepang) secara online. Dirintis sejak tahun 2013 Squline kini memiliki 3000 siswa yang tersebar di wilayah Jawa dan Bali.

Dari sisi harga, Squline sangat terjangkau yaitu hampir setengah dari harga pusat belajar bahasa asing. "Biaya kursus mulai dari Rp 500 ribu/bulan, satu minggu dua kali dan masing-masing selama 25 menit," kata Tomy. Selain belajar Bahasa Inggris untuk pemula, Squline juga menyediakan kelas belajar untuk anak-anak dan juga profesional muda yang ingin lebih fasih berbahasa Inggris.

Saat ini Squline memiliki 120 guru untuk 3 bahasa yaitu Inggris, Mandarin dan Jepang, dimana 80% masih bahasa inggris, sisanya untuk Bahasa Mandarin dan Jepang. "Tahun depan kami akan meluncurjan fitur baru, yaitu chatting with teacher," ujar Tomy.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)