Sukses Ayam Goreng van Yogya Berekspansi Hingga Ratusan Gerai

Bisnis ayam goreng cepat saji nampaknya masih sangat gurih prospeknya. Pembukaan gerai baru terus saja diramaikan oleh pembeli yang mengingingkan santapan lezat yang cepat. Hal tersebut pun turut dibuktikan oleh PT Quick Chicken Indonesia, merek ayam goreng cepat saji dari Yogyakarta. Bisnis yang dibesut oleh Bedi Zubaedi sejak tahun 2000 itu pun terus berkembang pesat hingga mencapai ratusan gerai sampai kini.

Bedi Zubaedi (empat dari kiri) menerima Rekor MURI (istimewa)

Bahkan, pada Jumat lalu (3/11) bertempat di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Quick Chicken dianugerahi rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran sukses membuka gerai terbanyak dalam sehari hingga mencapai 50 unit. Gerai-gerai yang dibuka berada di Serang, Tangerang, Jakarta, Depok, Karawang, Purwokerto, Yogyakarta, Semarang dan Luwuk. Pembukaan 50 gerai secara serentak itu pun membuat Quick Chicken kini memiliki 230 gerai.

 

Perusahaan yang kini berkantor pusat di Gedung Sentral Senayan II lt. 7 Jl. Asia Afrika, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat itu pun masih akan membuka setidaknya 20 gerai lagi hingga mencapai 250 gerai pada akhir 2017 ini. Lebih ambisius lagi, pada 2018 jumlah gerai QCI akan bertambah 700 unit lagi. Dengan demikian pada akhir 2018 akan terdapat kurang lebih seribu gerai Quick Chicken di seantero Indonesia.

 

Adapun untuk mewujudkan rencana ekspansi gerai hingga nyaris tiga kali lipat itu QCI menganggarkan dana Rp 3 triliun. Modal tersebut akan dibelanjakan untuk menambah gerai, membangun tim, pusat logistik, riset bumbu dan pengadaan bahan baku. Sementara Direktur Keuangan Quick Chicken Hartati Rusdy menerangkan, biaya pembukaan per gerai mencapai Rp 200 juta - Rp 400 juta, tergantung jenisnya.

Bedi Zubaedi sang pendiri QCI menilai, prospek bisnis ayam goreng masih akan melesat di tahun-tahun mendatang. “Permintaan ayam goreng ini masih sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan ramainya gerai-gerai Quick Chicken di berbagai daerah,” jelas Bedi di sela-sela acara .

 

Anny Janti Gorat Direktur Utama QCI menyebutkan, dalam sehari penjualan ayam goreng di masing-masing gerai Quick Chicken mencapai 35 kg. Adapun omset per gerai mencapai antara Rp 80- Rp 150 juta per bulan. Omset yang besar pun diimbangi QCI dengan menjalankan bisnisnya secara profesional. Di antaranya dengan fasilitas pusat pelatihan untuk menyiapkan tenaga ahli siap pakai. Selain itu QCI penelitian dan pengembangan yang secara berkala membuat produk-produk baru secara berkala. “Di sisi lain, kami memiliki PT Beta Ciptarasa Indonesia yg membuat segala kebutuhan bumbu Quick Chicken,” terang Anny.

 

Keseriusan QCI dalam membesarkan bisnisnya pun telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Antara lain penghargaan Top of Mind (tahun 2013 – 2015), Market Leader Award (tahun 2012 – 2016), Indonesia Franchise Marketing Award (tahun 2016 – 2017) dan Indonesia Digital Popular Brand Award (tahun 2016 – 2017). Quick Chicken juga sudah memiliki sertifikat halal sejak tahun 2011. Pada pertengahan tahun 2016, Quick Chicken juga telah mendapatkan piagam rekor MURI untuk Jumpa Fans secara Estafet Terbanyak selama 19 Hari di 118 Gerai pada 53 Kota di Empat Provinsi.

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)