Survei Colliers: Perkantoran di Surabaya Barat Prospektif

Potensi keuntungan dari investasi ruang perkantoran di kawasan Surabaya Barat diyakini sangat tinggi oleh praktisi dan konsultan bisnis properti. Konsultan properti Colliers International dalam risetnya menyebutkan memasuki 2017, pasokan ruang kantor di Surabaya akan sangat terbatas. Khususnya di Surabaya bagian barat koridor Jalan HR Muhamad – Darmo – Mayjen Sungkono yang menghubungkan daerah barat dan selatan adalah jalur yang memiiki potensi pertumbuhan tinggi. Inilah jalur yang akan memberikan pasokan sekitar 128 ribu meter persegi ruang kantor atau 73% pasokan selama periode 2016-2018.

Sementara itu, menurut praktisi properti, Harto Laksono, perkantoran di Barat Surabaya sangat prospektif karena selain didukung infrastruktur jalan tol, juga sebagian besar kelas menengah menghuni kawasan tersebut.

“Apalagi dalam tahun 2017 ini industri terutama di kawasan sekitar Surabaya diperkirakan tumbuh pesat seiring membaiknya iklim investasi,” kata Harto.

Direktur Marketing PT Intiland Grande itu memperkirakan tingkat hunian perkantoran terutama yang memiliki fasilitas lengkap akan lebih diminati, Fasilitas lengkap yang dimaksud adanya internet berkecepatan tinggi, backup listrik memadai, parkir leluasa, serta ruang pertemuan.

Hal yang sama disampaikan oleh Direktur Marketing PT Mitra Agung Surabaya, Ivi Santosa, yang mengembangkan Satoria Tower. Gedung perkantoran yang berada di HR Muhamad tersebut mengaplikasikan infrastruktur yang memadukan berbagai fitur smart office berbasis Internet dan nirkabel, melalui jaringan fiber optic dengan teknologi 10G.

Teknologi yang diterapkan di Satoria Tower tersebut akan memudahkan pengaturan secara otomatis seluruh tower dan setiap unit kantor tenant mulai lighting, temperatur ruangan, alarm kebakaran, motion detector, media interaktif, intelligent access control, AV conference, hingga monitor energy usage. Selain itu, infrastruktur berteknologi tinggi tersebut juga mampu mengakomodasi kebutuhan transfer data digital besar dengan kecepitan tinggi dan layanan multiple play.

Menurut Ivi, Satoria Tower juga akan dilengkapi dengan gym dan fitness center, sky pool & bar, lounge, pre-function room, ballroom berkapasitas 400 tempat duduk serta cafe resto dengan atmosfer hip. “Kami optimistis Satoria Tower akan menjadi ikon baru menara perkantoran di CBD Surabaya Barat. Dengan demikian potensi keuntungan buat investor cukup besar,” katanya.

Jika dilihat dari sisi tingkat hunian, menurut Harto, sebagian besar penghuni perkantoran di Surabaya Barat berasal dari perusahaan finansial, manufaktur, perdagangan, serta kantor cabang dengan luasan berkisar 60 sampai 80 meter pesegi.

Harto juga mengatakan, meskipun pasokan ruang perkantoran di Surabaya mengalami kenaikan, namun belum terlihat akan mengalami kelebihan pasok (over supply) karena industri di Jawa Timur juga berkembang pesat, sehingga membutuhkan kantor representatif.

“Memang kalau dibandingkan dengan Jakarta ruang perkantoran di Surabaya relatif masih sedikit, sehingga tingkat huniannya juga tinggi dapat mencapai 90 persen untuk yang sudah lama dibangun,” ujar Harto.

Hal ini senada dengan Market Report yang diterbitkan konsultan properti, Colliers International yang menyebutkan tingkat hunian rata-rata pada tahun 2016 mencapai 81 persen, sedangkan harga sewa naik 28 persen, dibandingkan semester sebelumnya sebesar Rp140.000 per meter persegi per bulan.

Harto juga menambahkan untuk perkantoran, sebagian besar perusahaan di Surabaya memilih di pusat kota atau di sebelah Barat, keduanya memiliki karateristik berbeda. Kalau di sebelah Barat karena adanya kemudahan akses jalan, sedangkan di pusat kota lebih dekat dengan pusat kegiatan. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Harus Ada Titik Temu antara Pemerintah dan Investor Migas

Kepastian hukum dan kebijakan Pemerintah yang mendukung investasi menjadi hal penting bagi investor minyak dan gas bumi (migas) dalam melakukan...

Close