E-Commerce B2B Ini Sasar Industri Tekstil dan Garmen

Hartmut Molzahn, CEO & Co-Founder dari 88Spares.com

Pameran Industri tekstil dan garmen bertaraf internasional yakni Indo Intertex-lnatex-lndotexprint 2017 akan segera dilakasanakan di Jakarta International Expo (JlExpo) Kemayoran, Jakarta pada 19 April hingga 21 April 2017 yang mengusung tema “Productivity for Sustainability”. Pameran ke-15 ini akan diikuti lebih dari 450 peserta dari 24 negara dan menargetkan akan dikunjungi oleh 9-10 ribu pengunjung baik kalangan profesional maupun pengusaha industri tekstil & garmen baik domestik maupun internasional.

Salah satu peserta Indo Intertex 2017, 88Spares.com akan memanfaatkan perhelatan pameran tekstil besar ini untuk memperkenalkan e-commerce B2B yang khusus menyasar perusahaan-perusahaan tekstil dan garmen. Fitur-fitur yang dimiliki 88Spares akan memudahkan penggunanya untuk menjual dan membeli peralatan produksi tekstil dan garmen dengan mudah, harga yang transparan dan kompetitif, serta efisien.

“Pengguna bisa melakukan penghematan melalui 88Spares untuk menjual dan membeli aneka ragam kebutuhan produksi seperti misalnya sukucadang mesin pertextilan dengan mudah. Apabila pengguna bisa difasilitasi oleh beragam fitur cerdas dalam 88Spares.com, maka pengguna akan bisa mengoptimalkan produktifitasnya. Karena produktifitas yang optimal ini, maka secara tidak langsung, peluang produsen tekstil untuk meningkatkan pasar ekspor juga akan menjadi lebih besar,” jelas Rosari Soendjoto ketika menjelaskan mengenai misi Chief Marketing Officer & Co-Founder 88Spares.com di acara konferensi pers Indo Intertex 2017 di kantor Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Diharapkan, keberadaan 88Spares bisa membawa kontribusi positif dan secara langsung menjadi sebuah katalisator untuk menggerakkan sektor strategis dalam ekonomi domestik di Indonesia. Selain itu secara tidak langsung bisa berkontribusi meningkatkan daya saing pelaku industri garmen nusantara dalam pasar internasional sehingga industri tekstil dan garmen asal Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

“Dengan market place ini, pengguna bisa mendapatkan beragam kemudahaan dalam proses pengadaan suku cadang dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses manufacturing tekstile dan garment, misalnya dengan jaminan keamanan transaksi dan garansi keamanan data; efisiensi waktu; serta kemampuan untuk menemukan dan melakukan proses jual beli suku cadang yang dibutuhkan dengan lebih mudah dan harga yang lebih transparan,” tutur Rosari lebih lanjut. Ia menegaskan juga bahwa 88Spares merupakan e-commerce B2B lokal yang pendirinya memang salah satunya orang Jerman.

Dijelaskan Paul Kingsen, penyelenggara pameran Indo Intertex, digelarnya pameran tahun ini untuk mengembangkan bisnis tekstil yang berkelanjutan di pasar dunia. “Indonesia harus meningkatkan sektor industri tekstil yang berorientasi ekspor dan readymade garment, serta menawarkan harga yang lebih kompetitif,” tegasnya.

Selain untuk mengembangkan Industri Textil dan produk textile dalam negeri, lanjutnya, pameran Indo Intertex juga dapat menjadi sarana meningkatkan kulitas mesin produksi industri tekstil nasional yang tengah mengalami stagnasi sejak tahun 2015 hingga 2016. "Ini penting juga bagi industri garmen di lndonesia untuk meng-upgrade mesin dan peralatan mereka agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara efektif,” ujar Paul.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, mengatakan, industri tekstil dan garmen mengalami stagnansi sepanjang 2015-2016. "Bahkan, produksi industri ini sempat mengalami penurunan sebesar 7,12 persen pada semester satu tahun 2016. Namun, Asosiasi Pertekstilan Indonesia optimis pertumbuhan industri tekstil pada kwartal pertama tahun 2017 ini kembali bertumbuh, seiring dengan persiapan pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa yang dimulai pada 2018 mendatang,” ungkap Ade

Walau demikian industri tekstil dan garmen di Indonesia memiliki potensi besar. Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, sepanjang tahun 2016 nilai investasi Tekstil dan Produk Tekstil mencapai Rp 7,54 triliun. Industri ini mampu menghasilkan devisa sebesar 11,87 miliar dollar AS dan mampu menyerap sebanyak 17,03 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur.

Hartmut Molzahn, CEO & Co-Founder dari 88Spares.com menyatakan, Indonesia sangat strategis untuk meluncurkan 88Spares.com. Kontribusi Indonesia hampir mencapai 2 persen dari Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) pasokan global. Industri Tekstil & Produk Tekstil (ITPT) itu sendiri memberikan kontribusi 6,65 persen dari PDB Indonesia pada tahun 2016. Tingkat pertumbuhan pada tahun 2017 secara resmi ditetapkan oleh Departemen Perindustrian di antara 5,2-5,4 persen didorong dari sektor tradisional mesin seperti dan peralatan industri. Secara tradisional tulang punggung pertumbuhan industri, industri tekstil dan garmen lokal kemungkinan akan naik sebesar antara 1,6 persen dan 1,8 persen pada tahun 2017, setelah kontraksi diperkirakan antara 0,4 persen dan 0,9 persen pada tahun 2016.

88Spares.com konsisten melibatkan pada proses inovasi dan proses kreatif dalam mengembangkan produk terbaik yang dapat menjadi solusi praktis bagi penggunanya. Pengguna yang mendaftar di 88Spares.com selama Indo Intertex 2017 juga akan mendapatkan kesempatan baik sebagai pengguna awal platform ini. Penjual akan mendapatkan beragam keuntungan seperti diskon dari komisi transaksinya, dan layanan publikasi katalog sehingga mereka dapat menjual produk mereka dengan mudah melalui platform e-commerce 88Spares.com.

Hartmut mengatakan, interaksi langsung dengan pemangku kepentingan industri seperti semua Asosiasi Industri yang berkutat dalam bidang tekstil & garmen di Indonesia melalui Indo Intertex memberikan kemudahan bagi pihaknyauntuk menciptakan produk yang terbaik. "Interaksi inilah yang akan memampukan kami untuk menciptakan solusi praktis dalam beragam fitur cerdas yang tepat sasaran sesuai kebutuhan bisnis pengguna," tuturnya. E-commerce ini bertujuan memberikan nilai lebih dan menetapkan standar baru untuk B2B e-commerce di Indonesia, terutama di industri tekstil dan garmen. Hartmut meyakinkan pihaknya akan terus membangun fitur cerdas yang akan memberdayakan pengguna mulai dari artificial intelligence untuk perencanaan pengadaan barang, pembayaran aman dan mudah, serta proses logistik dari platform ini.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)