Gandeng Fintech, Kresna Tambah Distribusi Penjualan

(kiri-kanan) Jason Indarto, Presiden Direktur PT Supermarket Reksadana Indonesia dan Ashari Adithyawarman, Direktur Distribusi PT Kresna Asset Management. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

PT Kresna Asset Management (KAM), anak usaha dari PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), bermitra dengan supermarketreksadana.com, perusahaan teknologi finansial di sektor marketplace reksadana, untuk memperluas jaringan kanal distribusi penjualan produk.

KAM memiliki 8  produk reksadana. Empat diantaranya adalah reksadana open end dan empat reksadana lainnya bersifat eksklusif distribusi penjualannya. Produk reksadana open end  KAM yang dijual di platform supermarketreksadana.com itu adalah Kresna Indeks 45, Kresna Flexima, Mrs Bond Kresna, dan Mrs Cash Kresna.

Ashari Adithyawarman, Direktur Distribusi KAM, mengatakan, kerja sama ini merupakan kemitraan strategis bagi kedua bela pihak. “Empat produk reksadana KAM dijual di supermarketreksadana.com,” kata Ashari, di Jakarta(16/11/2017).

Rully Rizkiansah, Head of strategic Partnership KAM, menambahkan, pihaknya melalui kerja sama ini optimistis memperluas jaringan distribusi penjualan produk reksadana."Dengan membuka seluruh kanal distribusi kepada setiap unit bisnis kami dapat memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat yang ingin berinvestasi," ungkapnya.

Jason Indarto, Pendiri dan Presiden Direktur PT Supermarket Reksadana Indonesia (SMARD), perusahaan yang memiliki supermarketreksadana.com, menyatakan potensi bisnis reksadana di Indonesia sangat besar karena jumlah investor reksadana relatif rendah dibandingkan total populasi penduduk.

“Sehingga ada opportunity yang besar untuk menggarap pasar reksadana,” ucap Jason.  Dia dan timnya berpengalaman di bidang perbankan di Indonesia dan Singapura  sehingga dia optimistis pihaknya memiliki captive market untuk menggaet nasabah agar membeli reksadana di supermarketreksadana.com. “Tim sales kami mantan pegawai bank-bank multinasional yang jaringan nasabahnya adalah nasabah medium yang berpeluang untuk dialihkan ke kanal kami,” tuturnya.

SMARD didirikan Jason bersama empat pendiri lainnya pada November 2015. SMARD telah terdaftar dan memiliki izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perusahaan efek melalui online platform serta terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dengan keputusan nomor 00243/DJAI.PSE/04/2017.

Jason menyebutkan sebanyak 8 perusahaan manajemen aset  berhasil digandeng supermarketreksadana.com. "Target tahun ini kami bisa mendapatkan 12 perusahaan lagi, saat ini kami sedang memfinalisasi kerjasama dengan empat perusahaan untuk bergabung di supermarketreksadana.com," sebut Jason. (*)

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)