Investree dan Kemenkeu Kembangkan Sistem Penjualan SBN Online

Kick-off meeting pilot project pengembangan sistem penjualan Surat Berharga Negara (SBN) untuk investor ritel secara online di Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR). (dok. Investree)

Investree ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai fintech peer-to-peer (P2P) lending yang menjadi peserta pilot project pengembangan sistem penjualan Surat Berharga Negara (SBN) untuk investor ritel secara online.

Pilot project yang akan diimplementasikan pada 2018 ini untuk mendukung keuangan inklusif, memperluas basis investor ritel domestik, serta mempermudah akses investasi ritel untuk masyarakat di Indonesia.

Pengembangan sistem penjualan secara online ini merupakan terobosan yang dilakukan pemerintah sekaligus memberikan alternatif atas mekanisme penerbitan SBN ritel yang ada saat ini. Nantinya para peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender) dalam platform Investree akan mendapatkan akses untuk membeli SBN melalui Investree.

Adrian Gunadi, Co-Founder & CEO Investree, mengungkapkan, transformasi investasi saat ini sedang mengalami pergeseran dari investor institusi kepada investor ritel. Hal ini karena pesatnya perkembangan teknologi sehingga semua yang beriorientasi institutional bergeser ke arah investor ritel. “Ada beberapa faktor yang membuat sektor ritel di Indonesia terus tumbuh dan menarik minat investor. Salah satunya adalah jumlah penduduk dan meningkatnya pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Tanah Air.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Robert Pakpahan, mengatakan, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat harus dapat dimanfaatkan pemerintah untuk memperluas jangkauan basis investor SBN di dalam negeri dengan mempermudah akses masyarakat untuk berinvestasi di SBN ritel. Selain itu, adanya calon mitra distribusi baru yakni perusahaan fintech juga dalam rangka menjawab perkembangan teknologi informasi terkini.

Sembilan institusi yang ditunjuk dalam pilot project pemerintah ini selain Investree adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bank Permata, Bank DBS Indonesia, Trimegah Sekuritas Indonesia, dan Bareksa Portal Investasi.

Untuk diketahui, Investree yang terdaftar dan diawasinya oleh Otoritas Jasa Keuangan per 31 Mei 2017 lalu. Hingga pertengahan bulan September 2017, Investree berhasil membukukan catatan penyaluran pinjaman Rp 241 miliar dengan 17% rata-rata tingkat pengembalian dan 0 default.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)