Keamanan Cyber Butuh Perhatian Lebih

CIscoSemakin besar pohon itu tumbuh, semakin kuat pula angin yang dihadapi. Mungkin pepatah ini cocok untuk menggambarkan kondisi perkembangan teknologi. Teknologi bukan hanya tentang bagaimana perangkat-perangkat lunak atau keras bisa mengolah data dengan cepat atau memiliki kapasitas data yang besar. Keamanan data-data itupun menjadi perhitungan tersendiri.

Dalam laporan kemananan tengah tahunnya, Cisco mengemukakan bahwa penyerang terus berinovasi seiring mereka menyelinap ke dalam jaringan tanpa terdeteksi dan oleh karena itu bisa dengan mudah menghindari tindakan keamanan. Yang terbaru adalah kemampuan sejumlah penyerang handal untuk berinovasi dengan cepat dan meningkatkan kapasitas mereka untuk menyerang sistem dan menghindari deteksi. Pada pertengahan pertama 2015, sebuah tanda dari penyerang online adalah keinginan mereka untuk mengembangkan perangkat dan strategi baru—atau mendaur ulang yang lama—untuk menghindari pertahanan keamanan.

Cisco menjelaskan bahwa melalui taktik mutakhir seperti obfuscation, mereka tidak hanya bisa menyelinap melewati pertahanan jaringan tapi juga membawa eksploitasi mereka jauh sebelum mereka bisa terdeteksi. Dengan perangkat lunak jahat menjadi lebih meluas dan tanpa strategi perlawanan yang efektif, Cisco memastikan bahwa pembobolan di sebuah sistem keamanan cyber sudah pasti akan terjadi, pertanyaannya hanyalah kapan? Tentu jika vendor-vendor keamanan cyber bisa terus memperbaharui sistem, maka akan semakin sulit sistem itu bisa ditembus.

Di Indonesia, pemerintah telah melakukan langkah signifikan menuju negara digital melalui Rencana Pembangunan Pitalebar yang diumumkan tahun lalu. Rencana Pembangunan Pitalebar adalah program pengembangan pitalebar yang fokus pada 5 sektor; e-Government, e-Health, e-Education, e-Logistics dan e-Procurement, melalui akses infrastruktur pitalebar yang meningkat. Dengan meningkatnya penetrasi pitalebar dan inisiatif menuju negara digital, pemerintah Indonesia mengerti bahwa cybersecurity merupakan fondasi yang sangat penting untuk membangun Indonesia yang digital. Awal tahun ini, Presiden Joko Widodo mengumumkan terbentuknya Badan Cyber Nasional untuk melawan serangan cybersecurity yang semakin berkembang di Indonesia.

Sancoyo Setiabudi, Country Manager, Cisco Indonesia manjelaskan lebih lanjut tentang pentingnya kemanan cyber bagi berjalannya sebuah perusahaan. Keamanan tentunya telah menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan oleh jajaran direksi. Dengan rata-rata dampak dari satu serangan keamanan yang bisa mencapai US$ 5,9 juta, keamanan telah menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan oleh perusahaan. "Kami sering mendengar bahwa strategi bisnis dan keamanan merupakan dua permasalahan utama dari para pelanggan. Kepercayaan sangat terkait erat dengan keamanan, dan transparansi sangatlah penting. Oleh karena itu, teknologi terdepan di industri merupakan satu faktor penentu kemenangan atas ancaman-ancaman keamanan ini. Faktor penentu kemenangan lainnya terdapat pada inisiatif yang kuat dari pemerintah, salah satunya adalah Badan Cyber Nasional yang belum lama ini diumumkan. Saya percaya bahwa konektivitas akan menjadi platform penting untuk mendigitalkan Indonesia, dan cybersecurity merupakan aspek yang penting untuk mewujudkan hal ini,” jelasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)