Tahun Ini Pengguna Smartphone Naik 3 Kali Lipat

Pertumbuhan pemakai smartphone di Indonesia diprediksi meningkat dari 6% di 2011 menjadi 22% pada 2012, atau naik tiga kali lipat. Mereka menggunakan handphone pintar untuk kepentingan jejaring sosial dan chatting. Tak heran jika kemudian Jakarta menjadi kota terbesar ke-2 di dunia pengguna Facebook.

Temuan itu seperti dilaporkan Ericsson Lab yang melakukan riset sejak awal 2011 hingga awal 2012 kepada 6.600 responden di seluruh Indonesia. Dikatakan bahwa orang yang sudah maupun belum memiliki smartphone, di 2012 ini akan membeli smartphone. Di perkotaan, pertumbuhannya naik dari 8% pada 2011 menjadi 22%. Yang mengejutkan, di pedesaan angka penggunanya naik dari 5% menjadi 21%. Orang-orang di desa sepertinya tak mau ketinggalan menggunakan smartphone.

Alasan penggunaan smartphone bagi orang Indonesia adalah karena gengsi, status. Sementara yang diinginkan dari smartphone adalah kecepatan dan coverage,” ujar Vishnu Singh, Regional Head of ConsumerLabr Ericsson in Southeast Asia Vishnu Singh, Regional Head of ConsumerLabr Ericsson in Southeast Asia and Oceaniaand Oceania, saat pelaksanaan Indonesia International Communication Conference (ICC), di Jakarta, Rabu (6/6).

Penggunaan smartphone saat ini lebih banyak digunakan untuk jejaring sosial yakni 66%, sedangkan untuk chatting 37%. “Jarang yang menggunakan untuk menelpon kecuali untuk urusan yang mendesak, ke klien atau atasan kerja. Mereka lebih sering membuka Facebook atau Twitter,” jelas Visnu Singh.

Temuan orang Indonesia menggunakan smartphone kebanyakan untuk jejaring sosial dan chatting ini sekaligus menjawab data ZoomSphare yang menyebutkan bahwa Jakarta merupakan kota ke-2 terbesar di dunia pengguna Facebook. Pengguna Facebook di Jakarta yakni 7,9 juta orang, lebih sedikit dari pengguna Facebook di Bangkok yaitu 9,2 juta orang.

Sementara itu, Yahoo! Messenger menjadi yang paling banyak digunakan orang Indonesia untuk media chatting yakni 73%. Posisi ke-2 ditempati Google Talk (36%), BlackBerry Messenger (18%), disusul kemudian WhatsApp (9%). (Lila Intana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)