Teknologi Digital Merambah Semua Sektor Industri

Kemajuan zaman menyebabkan industri juga mengalami revolusi. Industri mulai mengalami perubahan sejak dimulainya revolusi industri atau industri 1.0 dengan ditemukannya mesin mesin pabrik. Sedangkan industri 2.0 diawali dengan pemakaian listrik dalam industri. Sedangkan industri 3.0 dimulai ketika pemakaian teknologi informasi dan otomatisasi dalam industri kian meningkat. Saat ini, Industri mulai memasuki era 4.0, di mana teknologi tinggi dan digitalisasi mulai menjadi bagian dalam kegiatannya.

Kreatif

Beberapa perusahaan internasional sudah mulai melakukan hal ini. Contohnya adalah Coca Cola dan Unilever. Mereka mampu menerima dan memproduksi 30.000 orderan yang berbeda dan dan sifatnya personal, namun waktu yang diperlukan bahkan lebih sedikit.

“Industri 4.0 memberikan kemungkinan untuk memproduksi barang secara masif. Namun tidak hanya itu, produknya juga lebih bisa dikustomisasi. Harga yang dikeluarkan lebih murah dan berkualitas karena teknologi digital printing ini memang lebih canggih," ujar Rudi Askornukul, Sales manager WIFAG-Polytape China Ltd.

Arbain Rambey, fotografer senior Kompas, menegaskan, dalam dunia fotografi, khususnya jurnalistik fotografi, perangkat digital tak bisa dihindarkan. “Awalnya memang banyak fotografer yang menolak produk fotografi digital. Namun, lama kelamaan, banyak yang memakai karena memang ini tuntutan,” ujarnya.

Penggunaan perangkat digital dalam dunia jurnalistik seperti program Adobe Photosop juga merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan saat ini. Ia menilai hal tersebut bukanlah sebuah upaya penipuan fakta, melainkan membantu untuk lebih mempertajam gambar. “Justru yang sering direkayasa adalah momen dan situasi, bukan perangkat digitalnya,” katanya.

Joni Hadi, Creative designer Kompas-Gramedia pun menyatakan hal yang sama. Dalam membuat karya-karya ilustrasi dan dekorasi, ia mengaku banyak dipermudah oleh perangkat digital. “Dengan menggunakan perangkat digital, memungkinkan menyelesaikan pekerjaan menjadi cepat, dan lebih cepat mendapat pendatan,” ucapnya sembari tersenyum.

Adapun Adi Nugroho, menerangkan tentang teknologi digital yang kian membuka peluang untuk berkarir di dunia internasional, khususnya sebagai visual designer. Di Adobe misalnya. Bagi para desainer yang berhasil mendapatkan sertifikasi Adobe, maka secara otomatis jika ada peluang pekerjaan di seluruh dunia, maka langsung ditawari. “Jadi, begitu mendapat sertifikasi, jika ada pekerjaan di Rumania misalnya, kita langsung ditawari apakah mau menerima pekerjaan tersebut atau tidak. Jadi, peluang pekerjaan tak hanya dari dalam negeri, tetapi sudah global," ungkapnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)