UMN dan Skystar Venture Kembangkan Inkubator Bisnis

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, menyatakan, ekonomi kreatif merupakan tulang punggung perekonomian negara saat ini sebab ekonomi kreatif berbasis pada gagasan tidak mungkin habis tidak seperti sumber daya alam. Perannya strategis dalam setiap bangsa. “Ekonomi kreatif adalah denyut nadi perekonomian. Mahasiswa punya potensi untuk menjadi urat nadi pada semua subsektor ekonomi kreatif. Indonesia harus menjadi pelaku utama ekonomi kreatif,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Perdagangan membuat blueprint mengenai perekonomian kreatif Indonesia menuju tahun 2025. Terdapat 14 subsektor di dalamnya, termasuk yang berhubungan dengan teknologi seperti desain, video, film dan fotografi; permainan interaktif (game); layanan komputer dan peranti lunak (software) serta televisi dan radio (broadcasting).

Founder Ini Game (doc.UMN) Founder Ini Games (doc.UMN)

Berangkat dari misi pemerintah yakni mendorong pertumbuhan industri ekonomi kreatif sehingga nantinya dapat meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) turut mendukung dan berkontribusi terhadapnya dengan kembali bisnis inkubator UMN. Indonesia harus mengembangkan sumber daya manusia sebagai kekuatan baru dengan mengedepankan kreativitas dan inovasi untuk menciptakan nilai tambah. Kreativitas inilah yang akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

Lahir dari program inkubasi Skystar Ventures, bisnis inkubator UMN, Ini Game menjadi sebuah portal media yang menyediakan informasi mengenai Industri game baik secara visual maupun non visual. Didirikan dengan tujuan untuk membangun ekosistem gamer yang terintegrasi, sehingga memungkinkan para pelaku industri game seperti publisher, developer, vendor, dan para pemain game bisa berinteraksi satu dengan lainnya tanpa memiliki batasan.

Selama dua tahun perjalanannya, Ini Game telah berhasil menempati posisi ke-4 media game terbesar di Indonesia berdasarkan valuasi Alexa Ranking. Selain itu, pada Oktober 2015 lalu, juga berhasil mendapatkan dana hibah senilai Rp 250 juta dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Menurut Alvian Dimas, CEO Ini Game, pencapaian tersebut bisa diraih berkat bantuan dari UMN dan Skystar Ventures. “Di UMN, saya mendapatkan banyak pelajaran tidak hanya tentang teori dan teknis, tetapi juga manajemen bisnis, termasuk bagaimana mengelola bisnis dalam situs web,” katanya. Para start up juga bertemu dengan banyak praktisi dan dosen untuk konsultasi dalam inkubator bisnis Skystar Ventures dan mendapatkan banyak pengetahuan tidak didapatkan selama kuliah.

Melalui Skystar Ventures, Alvian mendapatkan pelatihan kewirausahaan mulai dari idea validation, market development, hingga penentuan business model. Ini Game diharapkan dapat menjadi inspirasi baik bagi mahasiswa UMN maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan dalam mengembangkan passion mereka khususnya di bidang technopreneurship. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)