XL Axiata Tegaskan Brand XL Fokus Pada High Value Customer

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT XL Axiata Tbk yang diselenggarakan pada 31 Maret 2017 menegaskan XL sebagai brand yang fokus pada value high customer. Pada rapat tersebut Dian Siswarini juga tetap dipercaya sebagai Presdir, memimpin perusahaan bersama direksi sebelumnya. “Kami menetapkan fokus XL pada high value customer. Bukan berarti kami tidak memperhatikan pelanggan di level bawah, kami tetap menggarap segmen tersebut dengan brand Axis,” tegasnya.

Dipaparkan Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur Keuangan XL Axiata, kinerja perusahaan pada 2016 membaik terjadi kenaikan revenue perusahaan pada kuartal 3 ke kuartal 4 sebesar 0,5 persen dari Rp 5,250 triliun menjadi Rp 5,274 triliun. “Meski revenue kami year on year turun 7 persen dari Rp 22,970 triliun menjadi Rp 21,412 triliun,” katanya.

Walau begitu, perusahaan tetap optimis dengan strategi yang dijalankan. Terlebih XL Axiata yang telah menetapkan diri sebagai digital company telah berada pada track-nya. Ini terlihat dari kontribusi pendapatan data pada 2016 yang porsinya mencapai 53 persen. “Angka itu meningkat diatas operator lain, data menjadi kontributor utama pendapatan kami. Tahun 2015 pendapatan data kami baru 35 persen,” imbuh Adlan. Dian menambahkan meski ARPU pelanggan XL Axiata hanya naik 3 persen, pergeseran perilaku pelanggannya dari voice ke data. “Panggilan sekarang didominasi melalui aplikasi internet,” imbuhnya. Kontribusi pendapatan suara XL Axiata saat ini hanya 30 persen.

Tak heran trafik data XL Axiata tahun 2016 mengalami peningkatan 250 persen. Artinya transformasi perusahaan menjadi digital company berhasil. Ini berkat berbagai perubahan dilakukan perusahaan. Salah satunya ditambahkan Dian, aplikasi MyXL yang lebih mudah, fitur makin banyak agar experience customer lebih baik.

Yessie D. Yosetya, Direktur XL, menjelaskan, fokus XL Axiata menjadi digital company dengan menempatkan 30 persen capex (capital expenditure) atau Rp 2,1 triliun dari total Rp 7 triliun perusahaan untuk perbaikan jaringan, termasuk upstream internet dan semua yang terkait transpor data terutama di daerah-daerah yang penggunaan datanya tinggi. Tahun 2015 XL Axiata baru memiliki 3 ribuan BTS 4G, tahun 2016 jumlahnya sudah mencapai 8200 dan akhir tahun ini akan mencapai 17 ribuan BTS 4G.

Yessie menambahkan, saat ini BTS 2G XL Axiata sudah menjangkau 93 persen populasi Indonesia, sedang BTS 3G sudah 91 persen. Di tengah gencarnya pembangunan BTS 4G, ada 11 ribu BTS 3G di 2016, targetnya tahun ini akan 16 ribu BTS 3G U900. Tambahan lagi XL Axiata juga akan membangun 4000 km fiber optik di 2017. “Kami juga sudah masuk teknologi 4,5G, demi memberikan layanan data terbaik pada konsumen. Bayangkan dengan jaringan 4G, aplikasi sebesar 25MB, bisa diunduh hanya 3 detik, dengan 4,5G bisa hanya 1 detik saja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dian menyampaikan XL Axiata juga memandang pentingnya menggarap konsumen rumah mulai tahun ini. Adlan mengungkapkan,  total hutang perusahaan berkurang 54 persen dari penjualan menara dan right issue saat ini menjadi Rp 14,67 triliun. Pada RUPST juga menyetujui penggunaan laba tahun berjalan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2016 sebagai cadangan umum yang disyaratkan oleh UU No. 40 Tahun 2007 sebesar Rp 100 juta dan sisanya untuk dicatat dalam saldo ditahan guna mendukung pengembangan usaha perusahaan.

“Rapat juga menyetujui bahwa sesuai dengan kebijakan dividen, perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham dengan pertimbangan bahwa perseroan membukukan rugi tahun berjalan setelah penyesuaian. Untuk itu, kami mohon keputusan ini bisa dimaklumi oleh para pemegang saham,” ujar Dr. Muhammad Chatib Basri, Presiden Komisaris XL Axiata. .

RUPST juga menyambaikan Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahap I sebesar Rp 1,5 triliun yang keseluruhan untuk kebutuhan modal kerja dalam rangka pembayaran biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio 2G kepada Pemerintah untuk periode Desember 2015 – Desember 2016 yang besarannya ditentukan oleh Keputusan Menkominfo. Disampaikan juga pada RUPST, Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Terbatas II (Rights Issue) sebanyak 2,137 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham, yang seluruh dana hasil perolehan Rights Issue digunakan seluruhnya untuk pembayaran kembali atas seluruh hutang perusahaan kepada pemegang saham utama, sebesar US$ 500 juta untuk mendanai akuisisi Axis pada tahun 2014.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)