Transformasi Oyo di Bisnis Indekos Premium

Oyo targetkan akan mencapai 10.000 kamar di lebih dari 10 kota hingga akhir tahun 2019. (Foto: Vina Anggita)

Pemanfaatan co-living space atau indekos sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup milenial. Studi menunjukkan bahwa 70 juta orang di Asia memilih untuk tinggal di indekos, dengan total sepertiganya ada di Indonesia, yaitu sekitar 23 juta jiwa. Survei dari Indonesian Property Watch 2018 juga menemukan bahwa hampir separuh dari milenial di Jakarta lebih memilih untuk tinggal di indekos.

Data Property Affordability Sentiment Index H1 2019 menunjukkan, kenaikan harga rumah menjadi salah satu alasan utama orang Indonesia untuk tidak terburu-buru membeli rumah. Oleh karenanya, sebagian besar orang yang baru memulai karier cenderung memilih tinggal di indekos sampai mampu mendapatkan tempat tinggal permanen.

Menjawab perkembangan kebutuhan indekos, Oyo Hotels & Homes meluncurankan lini bisnis terbaru dengan brand “Oyo Life” yang ditujukan untuk kalangan profesional muda dan pelajar. Dengan brand ini, Oyo memperkenalkan model hospitality menyeluruh dari hulu ke hilir (full stack) untuk mentransformasi bisnis indekos yang dipasarkan mulai dari Rp 1,5 juta -Rp 5 juta per bulan.

Eko Bramantyo, Country Head for Emerging Business Oyo Hotels & Homes Indonesia, mengatakan, peluncuran brand Oyo Life menjadi bagian penting dari investasi pihaknya sebesar US$ 300 juta untuk mengembangkan industri hospitality di Indonesia.

"Potensi milenial di Indonesia kurang lebih 63,4 juta atau 24% dari total populasi. Dengan kemampuan investasi di infrastruktur dan teknologi yang kami miliki, kami percaya baik Oyo maupun mitra pemilik indekos bersama-sama dapat tumbuh dengan cepat," ujarnya usai peluncuran Oyo Life di Jakarta, (09/10/2019).

Indonesia menjadi negara ketiga yang meluncurkan Oyo Life setelah India dan Jepang. Menurut Eko, dalam satu tahun terakhir pertumbuhan brand Oyo Life secara global cukup baik. Di Indonesia, brand ini telah tersebar di 8 kota dengan 2.500 kamar dan ditargetkan akan mencapai 10.000 kamar di lebih dari 10 kota hingga akhir tahun 2019.

Untuk mencapai angka itu, Eko menyebut ada dua strategi yang dilakukan pihaknya. Pertama, Oyo akan melakukan akselerasi terhadap pemilik indekos yang menjadi potensi target Oyo Life. Kedua, Oyo akan mempercepat standardisasi infrastruktur indekos.

Konsep setiap akomodasi Oyo Life ini difokuskan pada kenyamanan dan kemudahan bagi milenial yang melek teknologi, seperti koneksi Wi-Fi, televisi, jasa housekeeping, kamera CCTV, dan juga layanan 24 jam di mana penghuni dapat menghubungi tim Oyo Support setiap saat, tanpa biaya tambahan dari harga sewa bulanannya.

"Pemilik cukup berdiskusi di awal tentang terminologi indekosnya, lalu setelah disepakati yang mencakup investasi yang dibutuhkan, kita akan langsung mulai melakukan perbaikan agar sesuai standar. Pemilik juga tidak akan dipusingkan apabila terjadi masalah karena kami sudah menyediakan layanan untuk menangani hal tersebut," tambah Eko.

Tak hanya infrastruktur, pihaknya juga menawarkan kemudahan dari sisi teknologi. Melalui Oyo Operating System, pemilik indekos dapat melakukan pelaporan keuangan dengan mudah sebab pembayaran sudah cashless. Pemilik juga bisa melihat jadwal perawatan setiap kamar indekosnya. Dengan sistem ini, Eko menjamin tingkat okupansi dari setiap mitra indekos.

"Pemilik indekos kalau sudah ada orang yang keluar pusing, makannya mereka promosi dengan segala macam dari online hingga offline. Untuk itu kami memberikan garansi okupansi yang disesuaikan dengan lokasi. Saat ini rata-rata okupansi Oyo Life di atas 80%," ujarnya.

Menariknya, Oyo juga memfasilitasi wadah atau komunitas bagi para penghuni indekos untuk saling berbagi. Contohnya, ketika memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus lalu. "Pasar di Indonesia ini sedikit berbeda, di India dan Jepang itu lebih individual. Tapi di Indonesia ada komunitasnya. Untuk itu, kami ada tim komunitas untuk meng-engage mereka. Di sana para penghuni indekos akan saling berbagi, dan ketika pindah kesitu-situ saja karena mereka saling kenal," katanya.

Sementara itu, saat ini Oyo telah bermitra dengan Iebih dari 1.000 hotel, 27.000 kamar yang tersebar di 100 kota di Indonesia, serta 1.200 pemilik hotel yang bergabung di dalam jaringan Oyo. Pencapaian ini berhasil diraih Iebih cepat dari target awal perusahaan, yaitu berekspansi ke 100 kota di Indonesia pada akhir 2019.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)