Universitas Pancasila Gencar Sosialisasikan Ilmu Neurosains

Memasuki era persaingan pasar bebas ASEAN, terutama demi kemajuan serta keunggulan bangsa Indonesia, tidak hanya kecanggihan teknologi, namun kesiapan sumber daya manusia termasuk faktor yang paling penting. Karenanya, ilmu Neurosains sangat perlu diperkenalkan kepada para mahasiswa Fakultas Teknik dan fakultas lainnya di lingkungan Universitas Pancasila khususnya, serta masyarakat luas pada umumnya. Mengingat pentingnya sosialisasi edukasi ilmu pengetahuan baru ini, sangatlah bermanfaat bagi pengembangan diri, keluarga dan masyarakat luas. Bermanfaat untuk kemajuan bisnis, perusahaan, industri, pemerintah, dan seterusnya.

Neuroscience adalah studi ilmiah dari sistem saraf. Secara tradisional, neuroscience telah dilihat sebagai cabang Biologi. Namun, saat ini ilmu interdisipliner yang bekerja sama dengan bidang-bidang lainnya seperti kimia, ilmu kognitif, ilmu komputer, teknik, linguistik, matematika, kedokteran (termasuk neurologi), genetika, dan disiplin bersekutu termasuk filosofi, fisika, dan psikologi. Hal ini juga memiliki pengaruh pada bidang lain, seperti neuroeducation, neuroethics, dan neurolaw.

“Kami memimpikan ilmu neuronsains menjadikan sebagai salah satu ilmu dasar pengetahuan yang bermanfaat juga kepada semua lintas disiplin ilmu – tidak hanya di Fakultas Teknik atau disiplin ilmu tertentu saja, sehingga dapat berguna untuk bangsa kita. Setiap individu berhak mengetahui ilmu ini,” kata Dr. Ir. Budhi M. Suyitno, IPM., Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasila yang baru.

Hal itu dikemukakan mantan Menteri Perhubungan – 2001, Rektor ITI 2004 s/d 2007, Komisaris Utama PT. KAI – 2007 s/d 2011, Ketua Prodi Magister Teknik Mesin 2013 – sekarang, di kesempatan seminar “Pengantar Ilmu Neurosains” yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Pancasila bekerja sama dengan Komunitas Neuronesia serta diinisiasi dan didukung oleh HME (Himpunan Mahasiswa Elektro) dan KABeL (Keluarga Besar Alumni Elektro).

Maksud dari tema yang diusung seminar ini adalah ingin mengenalkan ke masyarakat luas, khususnya kepada mahasiswa/i Universitas Pancasila, tentang manfaat ilmu neurosains yang diaplikasikan dalam pengambilan keputusan di setiap aspek kehidupan. Menata ulang dalam cara kita berpikir. Mempersiapkan mereka (mahasiswa/i) untuk terjun langsung ke masyarakat menjadi jauh lebih siap, setelah mereka lulus dari kampus ini.

Selain itu, untuk mengajak peserta lainnya agar introspeksi dan evaluasi diri apakah selama ini kita sudah benar mengoptimalkan cara pikir dan fungsi otak. Seminar dikemas sesantai mungkin agar pesan bahwa Neurosains itu merupakan ilmu pengetahuan yang penting dan sangat bermanfaat untuk semua bidang terutama yang berhubungan dengan manusia dan teknologi, ini sampai ke masyarakat luas. “Ini sesuai dengan visi dan misi Neuronesia: ‘Indonesia Cerdas Berahlak Mulia.”, tegas Bambang Iman Santoso, salah satu Co-Founder komunitas Neuronesia, yang juga lulusan Universitas Pancasila.

Dr. Tauhid Nur Azhar S.Ked., M.Kes., pembicara utama pada seminar ini, menambahkan, Neurosains adalah ilmu yang khusus mempelajari tentang otak dan dinamikanya. Otak itu merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita. Bagian yang terkecil dari otak disebut neuron (sel saraf), yang terdiri atas badan sel dan kabel-kabel yang disebut axon-neuron.

Semua gerakan tubuh kita dikontrol oleh otak. Kita mau makan, tidur, belajar, berpikir, berperasaan, sampai berpikiran inovatif dan menemukan segala sesuatu, senantiasa dimulai dari otak. Neurosains mempelajari semua hal yang berkaitan erat dengan fungsi otak, intelektual, dan kesadaran manusia. “Kita harus menciptakan manusia Indonesia yang berpikir ilmiah agar orientasi dan referensi masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi,” jelas Budhi, Dekan Teknik. Universitas Pancasila sekarang telah memiliki 7 Fakultas, memiliki D3, S1, S2, dan S3.

Selanjutnya diagendakan Universitas Pancasila untuk menjadi perguruan tinggi swasta yang representatif, memiliki keunggulan, dihormati, dipercaya dan diminati masyarakat. Dengan demikian proses peningkatan kualitas belajar mengajar berikut fasilitasnya berjalan melalui tahapan berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Universitas Pancasila tahun 2015 – 2034 dan Rencana Strategi Universitas Pancasila 2015 – 2016 sampai 2019-2020. Dalam pengembangannya sampai saat ini Universitas Pancasila memiliki 27 Program Studi.

Universitas Pancasila didirikan pada 28 Oktober 1966, merupakan penggabungan dari Universitas Pancasila (lama) dengan Universitas Bung Karno (lama) memiliki komitmen terhadap peningkatan kecerdasan kehidupan bangsa, membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermatabat dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan, yaitu melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, profesional, berahlak mandiri dan memiliki integritas yang tinggi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)