Upaya Kemenperin Impelementasikan Industri 4.0

Haris Munandar, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), menyatakan, Industri 4.0 mengacu pada peningkatan otomatisasi, machine-to-machine dan komunikasi human-to-machine, artificial intelligence, serta pengembangan teknologi berkelanjutan.

Menurutnya, kebutuhan investasi dalam implementasi Industri 4.0 didasarkan pada empat faktor penggerak, yaitu peningkatan volume data, daya komputasi dan konektivitas, kemampuan analitis dan bisnis intelijen, bentuk baru dari interaksi human-machine, seperti touch interface dan sistem augmented-reality, dan pengembangan transfer instruksi digital ke dalam bentuk fisik, seperti robotik dan cetak 3D.

Sementara itu, Kemenperin juga terus mendorong kesiapan industri nasional menghadapi babak Industri 4.0 dengan berbagai upaya, seperti pemberian insentif kepada pelaku usaha padat karya berupa infrastruktur industri, kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam optimalisasi bandwidth.

Selain itu, penyediaan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) yang memudahkan integrasi data untuk membangun industri elektronik, penyiapan SDM industri melalui pendidikan vokasi yang mengarah pada high skill (engineer), dan meningkatkan keterampilan SDM industri yang dominan low/middle ke level high skill.

Kemenperin juga tengah mengidentifikasi kesiapan seluruh sektor industri di Indonesia untuk mengimplementasikan sistem Industri 4.0 dalam aktivitas industrinya. “Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, akan disusun peta jalan dan rencana strategis implementasi sistem Industri 4.0 pada sektor industri nasional untuk beberapa tahun kedepan, baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang,” paparnya.

Lebih lanjut, komitmen yang kuat dan konsistensi dari seluruh stakeholders dalam berbagai fokus area dibutuhkan untuk memaksimalkan kemampuan dalam transformasi digital industri 4.0. Produksi yang berkelanjutan, penyediaan tenaga kerja ahli dan peningkatan litbang industri adalah visi untuk memperkuat produksi barang dan jasa industri nasional.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Ada 10 Startup Binaan Indigo di Global Ventures Summit 2017

Indigo.id memfasilitasi 10 start up atau rintisan usaha digital (startup) binaannya yaitu Sonar, Goers, Amtiss, Minutes, Forstok, Privyid, Kofera, Kartoo,...

Close