Vie Home Incar Pasar Milenial di IdeaFest 2018

Bams dan Mikha saat menjelaskan tentang Vie Home yang menjadi sponsor IdeaFest 2018 di Press Room IdeaFest JCC Senayan Jakarta

Di tengah riuh perhelatan IdeaFest 2018 di JCC Senayan Jakarta, mungkin tidak ada yang menyadari bahwa kursi dan furnitur yang melengkapi kenyamanan para pembicara di sana adalah karya perusahaan rintisan asli Indonesia. Bahkan kursi yang diduduki Presiden Joko Widodo di hari pertama membuka perhelatan tersebut.

Salah satu agenda yang diusung konferensi yang digelar setiap dua tahun sejak 2011 itu adalah Texpo atau pameran. IdeaFest sendiri sejak awal digulirkan memang mengusung kreativitas sebagai nyawanya.  Salah satu perusahaan rintisan atau startup di bidang furnitur yang turut meramaikan Texpo adalah Vie Home. “Kami menjadi sponsor juga dengan menyediakan furnitur untuk acara ini,” ungkap Bambang Reguna Bukit, salah satu pendiri Vie Home di Press Room IdeaFest 2018 (26/10/2018).

Vie Home merupakan merek kedua yang dibangun pria yang akrab dikenal sebagai penyanyi Bams dari Band Samson itu memang baru diluncurkan tahun ini. Walau demikian, bisnis furnitur sudah digeluti Bams bersama istrinya Mikha Wijaya sejak 2011 dengan mengusung merek Vie for Living.

Bahkan merek Vie for Living disampaikan Mikha pada wawancara khusus dengan SWAOnline sekitar 30% produksinya sudah diekspor. Merek Vie Home dihadirkan memang khusus membidik generasi milenial, segmen muda yang diyakini Mikha pengeluarannya akan mendominasi di 5 tahun ke depan. “Vie Home dengan desain yang sophisticated tetap ditawarkan dengan harga lebih terjangkau,” tutur Mikha.

Ia meyakini, sejak IKEA—pemain ritel furnitur besar asal Swedia-- hadir di Indonesia, pasar furnitur di sini makin teredukasi. Makin banyak kaum muda yang aware pada desain interior rumah yang bagus harus didukung furnitur yang tepat dan apik juga. “Di luar negeri, Zara Home itu sebenarnya 40% barangnya berasal dari Indonesia, jadi produk Indonesia itu keren tidak kalah di pasar global,” imbuhnya.

Yang disampaikan Mikha senada dengan sambutan Presiden RI Jowo Widodo pada pembukaan IdeaFest 2018. Bahwa banyak karya dan kreatifitas kaum muda Indonesia, yang mengintervensi negara lain. “Kami bisa menggarap pasar ekspor karena sejak awal diluncurkan untuk Vie for Living sudah menjadi destination place bagi orang asing, komunitas ekspatriat dan kedutaan besar negara lain di Indonesia. Kekuatan worth of mouth marketing masih sangat mumpuni selain kami juga menggunakan dukungan teknologi, penjualan melalui website, media sosial, Tokopedia sebagai salah satu marketplace serta toko fisik untuk strategi pemasarannya,” terangnya.

Furnitur bukanlah bidang baru bagi Mikha, karena ia dibesarkan dari keluarga yang memiliki bisnis furnitur juga. “Tapi mereka bisnisnya lebih ke mebel dengan style yang berbeda,” tambahnya.  Vie Home dipasarkan dengan dua strategi yaitu secara ritel dan by project interior. Mikha mengklaim material yang digunakan sangat berkualitas dengan desainnya yang bagus walau harga yang ditawarkan terjangkau.

Sekarang Mika dan suami makin serius garap pasar lokal dengan segmen anak muda dengan menghadirkan Vie Home. “Itulah mengapa kami langsung menyambut ketika ditawari tim IdeaFest 2018 sebagai sponsor untuk menyediakan furnitur ruang tunggu dan kursi di ruang-ruang seminar, serta kursi khusus Pak Jokowi,” jelasnya.

Ia meyakini strateginya masuk di gelaran ini tepat melihat antusiasme para milenial yang langsung habis membeli tiket harga Ideafest 2018 yang tergolong mahal antara Rp 950 ribu hingga 1,75 juta. “Mereka rata-rata sudah bekerja, artinya pada 5 tahun ke depan para milenial ini akan memiliki spending tinggi. Itulah kami ambil event ini sebagai branding strategy,”katanya.

Lebih jauh Bams menuturkan bahwa dukungannya pada Ideafest 2018, karena event ini dapat membuka peluang yang sebesar-besarnya bagi para pelaku industri kreatif untuk bersinergi membangun sektor industri ini bersama-sama. “Dalam perjalanan membangun bisnis furnitur, kami terus berinovasi  dengan mengembangkan ide-ide kreatif mereka baik melalui desain maupun strategi melebarkan sayap bisnis,” tutur Bams.

Produk-produk Vie Home terinspirasi dari konsep produk yang simpel modern dengan memanfaatkan material lokal, kayu-kayu khas asli Indonesia, Vie Home menggandeng desainer dan pengrajin lokal. Selama Ideafest berlangsung, para pengunjung pameran dapat datang langsung ke booth Vie Home yang berada di Hall Cendrawasih, JCC – Senayan, untuk melihat secara langsung keunikan furnitur mereka serta berkonsultasi gratis mengenai desain furnitur dengan para ahlinya

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)