Satelit Telkom 3S Memulai Tugasnya Menuju Orbit Mengawal Nusantara

Gelegar dahsyat atau yang dikenal dengan sebutan sonic boom dari roket Ariane 5 yang bergerak kokoh menembus langit Guiana Space Center pada pukul 18.39 waktu setempat, menandai dimulainya perjalanan tugas mulia Satelit Telkom 3S yang akan mengudara menuju orbitnya, mengawal nusantara pada posisi 118 derajat Bujur Timur di ketinggian 35.755 di atas Selat Makassar. Keberhasilan ini sekaligus menandai 40 tahun lebih kiprah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam bisnis dan pengoperasian satelit telekomunikasi untuk Indonesia.

Launch Vehicle Ariane 5 VA 235 saat mulai meluncur membawa Satelit Telkom 3S dari Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Selasa (14/2).

Launch Vehicle Ariane 5 VA 235 saat mulai meluncur membawa Satelit Telkom 3S dari Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Selasa (14/2).

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat doa dan dukungan segenap rakyat Indonesia Satelit Telkom 3S telah berhasil diluncurkan,” ujar Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga yang memantau langsung proses peluncuran di Jupiter Control Room, Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Selasa (14/2).

Satelit Telkom 3S akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih beroperasi yaitu Telkom-1 dan Telkom-2. Jangkauan Satelit Telkom 3S meliputi seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Timur. “Keberadaan ketiga satelit milik Telkom ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satelit asing sehingga kebutuhan satelit akan di-supply dari kita sendiri” ungkap Alex.

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga saat pidato sebelum peluncuran Satelit Telkom 3S di Jupiter Control Room, Guiana Space Center, Selasa (14/2).

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga saat pidato sebelum peluncuran Satelit Telkom 3S di Jupiter Control Room, Guiana Space Center, Selasa (14/2).

Dengan nilai investasi mencapai USD 215 juta mencakup biaya pembuatan satelit, jasa peluncuran dan asuransi, Telkom 3S memiliki kapasitas 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).

Selain untuk mengurangi ketergantungan kepada satelit asing, Satelit Telkom 3S dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Tidak hanya dalam hal coverage, Telkom 3S juga melengkapi kemampuan layanan satelit yang ditawarkan bagi pelanggan di Indonesia karena merupakan satelit pertama milik Telkom yang dilengkapi dengan transponder Ku-band. Satelit sebelumnya, Telkom-1 hanya memiliki transponder C-band, sedangkan Telkom-2 bertransponder C-band dan extended C-band. Dengan transponder Ku-Band maka, Telkom kini memiliki layanan satelit dengan bit rate tinggi untuk sistem komunikasi yang lebih berkualitas.

“Dengan peningkatan kapasitas layanan satelit ini, Telkom berharap mampu berperan aktif untuk turut membangun masyarakat digital Indonesia hingga ke pelosok nusantara guna meningkatkan perekonomian bangsa”, demikian pungkas Alex.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + seventeen =

Read previous post:
Direktur Network, IT and Solution Telkom Abdus Somad Arief membubuhkan tanda tangannya di atas fairing (tempat satelit) sebelum diletakkan di ujung roket peluncur di Final Assembly Buliding, Guiana Space Center, Kourou, French-Guiana, pekan lalu.
Uji Kelayakan dan Kesiapan Peluncuran Telah Selesai Dilakukan – Satelit Telkom 3S Siap Mengorbit

Jelang peluncuran Satelit Telkom 3S milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), yang menurut rencana akan dilakukan pada tanggal 15...

Close